Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Juni 2024 | 15.22 WIB

Di Surabaya Buku Thriving on Turbulence Dirilis, Faizal Rochmad Djoemadi Beberkan Dapur Pos Indonesia

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi bedah buku Thriving on Turbulence: Agile Leadership untuk Sukses Melewati Disrupsi, pada Minggu (9/6). - Image

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi bedah buku Thriving on Turbulence: Agile Leadership untuk Sukses Melewati Disrupsi, pada Minggu (9/6).

JawaPos.com–”Dalam kondisi krisis, kita tidak bisa bicara visi. Semua daya fokus menaikkan performansi,” kata Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi.

Hal itu dia sampaikan dalam acara cangkrukan bersama alumni ITS dan bedah buku terbarunya, Thriving on Turbulence: Agile Leadership untuk Sukses Melewati Disrupsi, pada Minggu (9/6), di Kampi Hotel, Surabaya.

Buku itu adalah kristalisasi pengalamannya dalam memimpin Pos Indonesia saat periode pandemi. Menurut Faizal, pandemi bentuk nyata dari krisis.

”Kepemimpinan di tengah krisis membutuhkan pendekatan yang berbeda. Tidak bisa dilakukan dengan kepemimpinan yang biasa,” ujar Faizal Rochmad Djoemadi.

Faizal menuturkan, pertama kali bagi dirinya dan Pos Indonesia mengelola perusahaan di dalam lingkungan bisnis yang betul-betul ekstrem, kacau, dan bergolak. Sederhananya penuh turbulensi. Kala itu perusahaan mengalami double crisis.

”Yakni, lingkup eksternal dan internal. Di sisi eksternal, industri dihantam pandemi Covid-19,” papar Faizal Rochmad Djoemadi.

Faizal menilai, suasana itu membuat semua orang bingung. Sebab, itu adalah fenomena baru yang tidak dipahami banyak orang.

”Tetapi yang jelas, pandemi membuat aktivitas bisnis dan industri lumpuh,” ucap Faizal.

Di lain pihak, lanjut dia, di sisi internal perusahaan mengalami permasalahan yang kompleks. Ada tiga hal yang dia soroti sebagai faktor-faktor yang jadi penyebab merosotnya performa Pos Indonesia. Pertama, performansi finansial.

”Pos Indonesia mengalami pelemahan finansial. Revenue perusahaan berada di angka yang memprihatinkan,” terang Faizal Rochmad Djoemadi.

Kedua, menurut dia, performansi bisnis. Pos Indonesia kalah bersaing dengan kompetitor. Portfolio bisnis di bidang jasa kurir dan logistik boleh dikatakan keok. Tidak dapat mengesankan konsumen, sehingga konsumen beralih ke brand lain.

”Ketidakpercayaan konsumen membuat market share Pos Indonesia tergerus turun,” kata Faizal Rochmad Djoemadi.

Penyebab lain menurunnya performa bisnis juga selaras dengan hal ketiga yakni hancurnya disiplin operasional. Salah satu faktornya adalah indikator capaian pengiriman yang jauh dari kata memuaskan.

”Dalam kondisi krisis seperti ini, kita tidak boleh bersikap biasa-biasa saja. Harus extraordinary,” tandas Faizal Rochmad Djoemadi.

Bagi Faizal strategi memimpin di tengah krisis adalah agilitas kemampuan untuk bertindak lincah, cepat, dan tepat. Agilitas itu harus diamplifikasikan ke dalam lima aspek yakni agile leadership, agile culture, agile digitalization, agile inno-collab, dan agile execution.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore