
Nanda Hervina Widowati. (Istimewa)
JawaPos.com - Di usia yang bagi banyak orang masih fokus menata karier, Nanda Hervina Widowati sudah mencetak pencapaian yang membuat banyak orang terpukau. Pada umur 24 tahun, ia berhasil membeli rumah dan ruko dari hasil kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan orang tua.
“Saya membeli rumah pertama pada usia 24 tahun dari hasil bisnis ini, tanpa bantuan orang tua. Saya mencicil selama lima tahun dan bahkan membeli ruko untuk usaha,” ungkap Nanda, Jumat (8/8)
Perempuan kelahiran Malang, 19 Desember 1988 ini mengaku mulai meniti perjalanan usahanya menjadi distributor Herbalife sejak usia 18 tahun. Saat itu, ia masih duduk di bangku kuliah Jurusan Ekonomi Universitas Brawijaya.
Sambil menimba ilmu, Nanda mengambil pekerjaan paruh waktu meski awalnya sekadar untuk menambah uang saku.
“Saat itu saya membayar uang kuliah sendiri. Saya berpikir, belajar tidak ada artinya jika tidak punya penghasilan,” katanya.
Awalnya, Nanda memasarkan produk Herbalife langsung kepada teman-teman kuliahnya. Pada masa itu, media sosial belum berkembang pesat, sehingga ia harus berhadapan langsung dengan calon pelanggan. Tantangan ini justru melatih kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun hubungan baik. Lambat laun, pendapatannya semakin stabil dan cukup untuk membiayai semua kebutuhannya.
Bagi Nanda, kemandirian finansial adalah fondasi penting, terutama bagi perempuan.
“Bisnis ini awalnya paruh waktu, tapi alhamdulillah pendapatannya cukup besar,” paparnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola penghasilan sendiri memberinya rasa percaya diri dan kebebasan dalam menentukan jalan hidup.
Tantangan semakin besar ketika ia harus menjalani peran sebagai single parent. Namun, dukungan dari lingkungan bisnis yang ia bangun membuatnya tetap bisa menjaga keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, dan kesehatan.
“Menjadi ibu tunggal bukan masalah karena saya mendapat pengembangan diri dari sini. Saya merasa diberdayakan. Ini seperti jawaban dan solusi bagi saya,” jelasnya.
Dalam bisnis ini, Nanda mengaku tak hanya fokus pada usaha pribadi, tetapi juga membangun komunitas gaya hidup sehat di Malang. Sejak 2016, ia mengelola empat Nutrition Club atau ‘Kafe Sehat’ yang kini menaungi sekitar 3.000 anggota.
“Setiap hari kami menawarkan olahraga gratis dan menyediakan nutrition shake sehat. Banyak anak muda tertarik membuka bisnis seperti ini karena konsepnya berkelanjutan,” tuturnya.
Ke depan, Nanda punya mimpi yang lebih besar: menambah 20 klub baru di Malang tahun ini.
“Target saya adalah punya klub di setiap persimpangan jalan di Malang. Saya ingin membantu anak muda sehat dan punya peluang bisnis. Beberapa mahasiswa di tim saya kini sudah bisa menabung, mendapat penghasilan, bahkan membuka klub sendiri,” ujarnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
