Pedagang bedug musiman menggelar barang dagangannya di trotoar sepanjang jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
JawaPos.com - Tradisi ngadu bedug, sebuah warisan budaya kuno, kembali dihidupkan melalui perhelatan yang meriah di Alun-alun Pandeglang pada Minggu (21/4). Hal ini bukan sekadar sebuah acara, tetapi sebuah perayaan akan sejarah dan makna mendalam dari kesenian yang berasal dari alam, khususnya dari tumbuhan seperti pohon kelapa.
Endang Suhendar, seorang seniman bedug ternama di Pandeglang, mengungkapkan bahwa tradisi gebrag ngadu bedug telah mewarnai kehidupan masyarakat sejak tahun 1865, ketika pertama kali dipertunjukkan dalam acara menyambut pernikahan seorang putri Bupati Pandeglang.
Penggunaan bahan dari kelapa tidaklah kebetulan, mengingat wilayah Gunung Karang yang kaya akan pohon kelapa, sehingga menjadi bahan utama dalam pembuatan bedug.
Bedug bukan hanya sekadar alat musik; dalam masa lalu, ia memiliki peran penting sebagai genderang perang dan sarana ritual.
Tradisi Pasundan, misalnya, memperlihatkan penggunaan bedug dalam berbagai upacara ritual yang dianggap sakral.
Hanya orang-orang tertentu yang dianggap layak memainkan bedug, menegaskan kedalaman makna dan pentingnya alat musik ini dalam kehidupan masyarakat.
Selain sebagai alat musik dan ritual, bedug juga digunakan sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam masa lampau, bedug digunakan untuk menandai berbagai acara keagamaan dan memberi isyarat atas berbagai kejadian penting, seperti waktu sholat dan kematian seseorang.
Asal usul tradisi ngadu bedug dapat ditelusuri hingga praktik Nganjor, di mana masyarakat saling berkunjung sebagai tanda solidaritas dan kebersamaan.
Namun, interaksi yang intens sering kali berujung pada konflik, bahkan hingga adu bedug yang serius. Konflik ini, meskipun sering terjadi, selalu berujung pada kesepakatan damai, dengan pembangunan saung sebagai simbol perdamaian.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
