Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2024 | 04.57 WIB

Rhoma Irama Bertekad Jadikan Musik sebagai Media Dakwah dan Perekat Bangsa

 

Musisi kawakan Rhoma Irama dalam Dialog Publik, Pergelaran Musik dan Film Moderasi Beragama Balitbang-Diklat Kemenag di Jakarta Jumat (5/1) malam.

JawaPos.comMusisi kawakan Rhoma Irama menyampaikan tidak sembarangan dalam menciptakan lagu. Banyak lagu yang dia bawakan sarat pesan keagamaan. 

Rhoma Irama bertekad menjadikan musik sebagai media edukasi, berdakwah, dan alat untuk mempersatukan bangsa. Secara khusus pesan tersebut disampaikan Rhoma Irama dalam Dialog Publik, Pergelaran Musik dan Film Moderasi Beragama Balitbang-Diklat Kemenag di Jakarta pada Jumat (5/1) malam.

Rhoma mengatakan, sejak 13 Oktober 1973, dia mendeklarasikan Soneta sebagai The Voice of Muslim. Hingga kini terus berjuang untuk mengaktualisasikan peran sebagai pembawa pesan moderasi beragama.

Dia menjelaskan, observasi bertahun-tahun menunjukkan efektivitas dakwah melalui musik. Sebagaimana ketika dia diundang ke Amerika Serikat dalam rangka International Conference on Islam and the Council of Indonesia and Malaysia. Di sana, keberhasilan Rhoma Irama diakui sebagai bukti bahwa musik efektif untuk berdakwah dan membangun karakter manusia.

Rhoma juga berbagi testimoni inspiratif seorang dosen di Surabaya, yang hidupnya terinspirasi lirik-lirik lagunya. Musik memiliki daya konkret untuk membentuk karakter seseorang.

The power of music can change a person's character,” ungkap Rhoma.

Berkat moderasi beragama, Rhoma Irama melihat adanya local wisdom dalam budaya yang mampu membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Dengan hati-hati, dia mengingatkan bahwa seni, terutama musik, memiliki kekuatan besar untuk merusak atau membangun.

Kepala Balitbang-Diklat Kementerian Agama Suyitno mengatakan, pemilihan musik dan film sebagai instrumen penguatan moderasi beragama adalah langkah bijak di tengah arus 5.0 saat ini. Platform konvensional seperti TOT, MOT, penggerak, dan insersi, dalam kurikulum telah memberikan dampak positif.

”Namun, lebih dari itu, musik dianggap sebagai instrumen yang lebih efektif,” kata Suyitno.

Menurut Suyitno, musik dengan sifatnya yang universal, mampu menyentuh hati lintas agama, suku, dan bangsa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore