Musisi kawakan Rhoma Irama dalam Dialog Publik, Pergelaran Musik dan Film Moderasi Beragama Balitbang-Diklat Kemenag di Jakarta Jumat (5/1) malam.
JawaPos.com–Musisi kawakan Rhoma Irama menyampaikan tidak sembarangan dalam menciptakan lagu. Banyak lagu yang dia bawakan sarat pesan keagamaan.
Rhoma Irama bertekad menjadikan musik sebagai media edukasi, berdakwah, dan alat untuk mempersatukan bangsa. Secara khusus pesan tersebut disampaikan Rhoma Irama dalam Dialog Publik, Pergelaran Musik dan Film Moderasi Beragama Balitbang-Diklat Kemenag di Jakarta pada Jumat (5/1) malam.
Rhoma mengatakan, sejak 13 Oktober 1973, dia mendeklarasikan Soneta sebagai The Voice of Muslim. Hingga kini terus berjuang untuk mengaktualisasikan peran sebagai pembawa pesan moderasi beragama.
Dia menjelaskan, observasi bertahun-tahun menunjukkan efektivitas dakwah melalui musik. Sebagaimana ketika dia diundang ke Amerika Serikat dalam rangka International Conference on Islam and the Council of Indonesia and Malaysia. Di sana, keberhasilan Rhoma Irama diakui sebagai bukti bahwa musik efektif untuk berdakwah dan membangun karakter manusia.
Rhoma juga berbagi testimoni inspiratif seorang dosen di Surabaya, yang hidupnya terinspirasi lirik-lirik lagunya. Musik memiliki daya konkret untuk membentuk karakter seseorang.
”The power of music can change a person's character,” ungkap Rhoma.
Berkat moderasi beragama, Rhoma Irama melihat adanya local wisdom dalam budaya yang mampu membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Dengan hati-hati, dia mengingatkan bahwa seni, terutama musik, memiliki kekuatan besar untuk merusak atau membangun.
Kepala Balitbang-Diklat Kementerian Agama Suyitno mengatakan, pemilihan musik dan film sebagai instrumen penguatan moderasi beragama adalah langkah bijak di tengah arus 5.0 saat ini. Platform konvensional seperti TOT, MOT, penggerak, dan insersi, dalam kurikulum telah memberikan dampak positif.
”Namun, lebih dari itu, musik dianggap sebagai instrumen yang lebih efektif,” kata Suyitno.
Menurut Suyitno, musik dengan sifatnya yang universal, mampu menyentuh hati lintas agama, suku, dan bangsa.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
