Mammoth merupakan salah satu mamalia besar yang pernah hidup pada zaman purba. (Leonello Calvetti/Stocktrek Image)
JawaPos.com – Sekitar ratusan ribu tahun yang lalu, bumi diisi oleh berbagai macam hewan dengan ukuran raksasa terutama mamalia.
Salah satu mamalia raksasa yang terkenal yakni mammoth. Selain itu terdapat juga berbagai macam lainnya seperti doedicurus, brontotherium, megaloceros dan masih banyak lagi.
Namun, di masa ini fauna – fauna tersebut sudah tidak dapat ditemukan. Hal tersisa yakni sejumlah fosil tulang yang ditemukan oleh sejumlah peneliti di berbagai tempat.
Artinya, berbagai makhluk purba tersebut telah punah dari bumi ini. Setidaknya terdapat beberapa faktor penyebab punahnya mamalia besar zaman purba tersebut.
Dilansir dari ScienceDaily Selama beberapa dekade, para ilmuwan memperdebatkan apa yang melatarbelakangi kepunahan atau penurunan drastis mamalia besar selama 50.000 tahun terakhir.
sebagian ilmuwan yang percaya bahwa perubahan iklim yang cepat dan parah adalah penyebab utamanya. Misalnya, mammoth berbulu punah karena sebagian besar padang rumput mammoth yang dingin menghilang.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Jens-Christian Svenning, seorang profesor dan kepala Pusat Dinamika Ekologis dalam Biosfer Novel (ECONOVO) Yayasan Penelitian Nasional Denmark di Universitas Aarhus.
“Selama 800.000 tahun terakhir, dunia mengalami fluktuasi antara zaman es dan periode interglasial setiap 100.000 tahun. Jika iklim adalah penyebabnya, kita akan melihat fluktuasi yang lebih besar ketika iklim berubah sebelum 50.000 tahun yang lalu. Namun hal ini tidak terjadi. Manusia oleh karena itu merupakan penjelasan yang paling mungkin."
Akan tetapi, Svenig tidak percaya sepenuhnya bahwa punahnya mamalia raksasa hanya dikarenakan perubahan iklim yang signifikan ini.
“Tampaknya tidak masuk akal bahwa ada kemungkinan untuk menghasilkan model iklim yang dapat menjelaskan bagaimana, di semua benua dan kelompok hewan besar, telah terjadi kepunahan dan penurunan populasi secara terus-menerus sejak sekitar 50.000 tahun yang lalu. Dan betapa uniknya hilangnya megafauna secara selektif ini selama 66 juta tahun terakhir, meskipun terjadi perubahan iklim yang besar,” katanya

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
