
Photo
JawaPos.com - Wabah flu burung mulai menyerang peternakan hewan mink atau cerpelai di Spanyol. Situasi ini menjadi alarm di semua negara bahwa flu H5N1 dapat menyebar dari satu mamalia yang terinfeksi ke mamalia lain, bukan hanya unggas.
Wabah flu H5N1 dijelaskan dalam sebuah laporan di Eurosurveillance pada 19 Januari, terjadi di peternakan cerpelai Amerika (Neovison vison) di Carral pada Oktober 2022. Pengurutan genetik menunjukkan bahwa hewan tersebut terinfeksi dengan varian baru H5N1, yang mencakup penyakit genetik. Perubahan genetik ini diketahui meningkatkan kemampuan beberapa virus flu hewan untuk bereproduksi pada mamalia.
"Varian baru ini menempatkan flu burung di wilayah yang belum dipetakan," kata ahli virologi di Tufts University di Medford, Massachusetts, Wendy Puryear, seperti dilansir dari Nature, Kamis (26/1).
Ancaman Menular ke Manusia
Para peneliti telah memperingatkan bahwa, tanpa tindakan pencegahan yang hati-hati, penyakit ini pada akhirnya dapat menyebar ke manusia. Selama setahun terakhir, H5N1 telah menunjukkan peningkatan kemampuan untuk melompat dari unggas ke mamalia.
Di Amerika Serikat, infeksi telah ditemukan pada sekitar selusin spesies mamalia, termasuk rakun, rubah, anjing laut, dan beruang grizzly. Semua infeksi mamalia dapat dikaitkan dengan kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi virus.
Ahli virologi di Harbin Veterinary Research Institute di Tiongkok, Hualan Chen, mengatakan hewan yang menelan kotoran burung liar, atau memangsa hewan yang terinfeksi, dapat tertular penyakit ini. "Tetapi penyebarannya di antara mamalia menyiratkan bahwa virus H5N1 ini dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi bagi kesehatan masyarakat," kata Chen.
Selama minggu pertama Oktober 2022, para pekerja di peternakan cerpelai yang terkena dampak. Mereka melihat bahwa tingkat kematian cerpelai naik dari 0,25 persen per minggu menjadi 0,77 persen, mendorong pengujian pada hewan yang terkena virus H5N1 dan SARS-CoV-2 .
Hewan-hewan itu dinyatakan positif H5N1. Pada minggu-minggu berikutnya, lebih banyak hewan yang jatuh sakit. Pekerja dipaksa untuk memusnahkan semua 51.986 cerpelai di peternakan. Sebelas pekerja peternakan melakukan kontak dengan cerpelai yang terinfeksi, tetapi semuanya dinyatakan negatif H5N1.
Ancaman Bagi Manusia
Flu burung telah secara konsisten menyebabkan tingkat penyakit dan kematian yang tinggi di kalangan burung liar dan mamalia selama setahun terakhir. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan Avian Influenza, H5N1, biasanya menular ke unggas. Maka wajib waspada apabila beradaptasi dan menginfeksi mamalia atau manusia.
"Saat ini, dilaporkan Wabah Avian Influenza di hewan Minks, di Spanyol. Ini adalah tanda bahaya, karena potensi menginfeksi manusia menjadi semakin dekat," kata Dicky kepada JawaPos.com.
"Jika terjadi maka infeksi pada manusia memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi. Pesan pentingnya adalah dunia makin rawan wabah, kita harus bersipa utk wabah berikut dengan pendekatan one health dan penguatan sistem kesehatan dengan pemahan komprehesif terhadap global health security," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
