
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengecek permukiman warga di Jalan Sidomulyo Gang III, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, yang terdampak banjir, Jumat (5/12/2025). (Radar Malang)
JawaPos.com – Banjir cukup parah yang melanda Kota Malang Kamis (4/12) lalu ternyata penyebabnya adalah sampah. Ya, sampah diketahui menyumbat sejumlah saluran air sehingga air hujan tidak bisa mengalir lancar.
Ironi tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Dia mengatakan, gara-gara saluran air tersumbat sampah, sedikitnya 73 rumah di 39 titik di Kota malang terendam banjir.
Beberapa di antaranya di Jalan Sidomulyo Gang III Kelurahan Purwodadi, Blimbing. Lalu Jalan Kedawung, Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru.
Wahyu menjelaskan, area Sidomulyo gang III berbentuk cekungan. Alhasil, titik tersebut mendapat limpasan air dari Jalan Ahmad Yani.
Di saat bersamaan, resapan dan saluran air di kawasan itu tidak berfungsi dengan baik. Bak kontrokl sudah tak ada lagi karena tertutup bangunan warga.
"Air terus mendesak mencari jalannya, akhirnya menjebol rumah warga. Menggenangi 19 rumah di sini (Sidomulyo)," terang Wahyu saat mengecek kondisi di Sidomulyo, Jumat (5/12) sebagaimana dilansir dari Radar Malang (Jawa Pos Group).
Dia berjanji untuk berkomunikasi dengan pemprov Jawa Timur untuk memperbaiki drainase di Jalan A Yani. Sementara, kawasan Sidomulyo akan kembali dibuatkan bak kontrol untuk memantau saluran air.
"Untuk sementara, kami akan memasang kantong pasir yang berfungsi sebagai tanggul. Selain itu juga akan dilakukan normalisasi sungai. Karena ini gang kecil, kerja bakti bareng warga," lanjut Wahyu.
Berkurangnya fungsi saluran air tak hanya terjadi di Sidomulyo. Salah satu titik lainnya ada di Jalan Kedawung.
Di lokasi tersebut, Wahyu mendapati bangunan liar membuat saluran air menyempit, kemudian sampah rumah tangga menyumbat saluran yang sudah sempit itu.
"Kami membutuhkan kesadaran warga juga. Saat ini sedang kami normalisasi, diharapkan tidak membuang sampah sembarangan lagi," ucapnya.
Faktor lain penyebab banjir di kawasan tersebut adalah bozem di Kelurahan Tunggulwulung yang tak mampu lagi menampung luapan air, dan pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) yang belum tuntas.
Bila pembangunan drainase Soehat rampung, Wahyu optimistis genangan bisa berkurang. Tak hanya di Jalan Kedawung, tetapi juga di Jalan Sudimoro.
"Di Jalan Letjen Sutoyo juga akan teratasi. Tahun sudah direncanakan pembangunan drainase, sekarang tahap lelang," tandasnya.
Senada, Koordinator Satgas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hari Widodo juga menyebut banjir disebabkan saluran air tidak berfungsi maksimal.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
