
Ferinando Pahabol, winger Persipura berlatih finishing saat sesi latihan di Lapangan Unesa, Surabaya, kemarin (11/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com − Persipura Jayapura seharusnya bisa menatap ajang Piala AFC 2021 dengan percaya diri. Layaknya Bali United yang juga jadi wakil Indonesia di ajang tersebut. Hanya, masalah finansial menjadikan tim Mutiara Hitam ragu-ragu bisa ikut bertanding atau tidak di ajang itu.
Ya, Persipura sejak awal Januari lalu memutuskan membubarkan tim karena persoalan pendanaan. Tak adanya kompetisi karena pandemi korona membuat tim yang sudah empat kali juara Liga Indonesia itu tidak mendapat dana segar dari sponsor.
Bahkan, sampai saat ini, saat Bali United berencana mengumpulkan pemain untuk persiapan, Persipura adem ayem. Tidak ada kabar pasti kapan Boaz Solossa dkk berlatih lagi. Kontrak pelatih Jacksen F. Tiago juga sudah kedaluwarsa. Manajemen pun tidak punya dana untuk menggelar latihan.
Padahal, Persipura dijadwalkan mulai bertanding pada 19 Mei mendatang di fase kualifikasi. Persipura akan melawan pemenang dari laga antara Visakha FC (Kamboja) versus Lalenok United FC (Timor Leste) yang berlangsung 28 April mendatang.
Nah, jika menang, Persipura akan masuk grup H yang diisi Kedah Darul Aman (Malaysia), Lion City Sailors (Singapura), dan Saigon FC (Vietnam). Tentu, melihat calon lawan-lawan yang ada, Persipura seharusnya sudah mempersiapkan diri.
PSSI sebagai induk organisasi tak tinggal diam melihat kesulitan yang dialami Persipura. Apalagi, kesulitan yang ada merupakan imbas dari tidak adanya kompetisi.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan, pihaknya segera berkomunikasi dengan Persipura. Menurut dia, federasi menyadari, situasi korona saat ini memang berdampak buruk bagi finansial klub.
’’Dalam situasi pandemi Covid-19 dengan ketidakpastian yang cukup tinggi seperti saat ini, yang bisa dilakukan PSSI adalah berkomunikasi dengan para anggotanya, termasuk Persipura,’’ katanya.
Nama PSSI jadi taruhan di mata AFC. Jika Persipura gagal bertanding, tentu AFC akan kembali mempertimbangkan jatah untuk Indonesia. Bisa saja jatah dua slot akan berkurang musim berikutnya.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu memang belum menentukan bantuan apa yang akan diberikan.
Saat ini, pihaknya ingin mencari tahu kendala terbesar yang dialami sehingga membuat Persipura krisis finansial. Setidaknya akan dicarikan jalan keluar terlebih dahulu. ’’Bersama-sama kami akan mencarikan solusi terbaiknya seperti apa,’’ ungkapnya.
Sayang, manajemen Persipura sampai saat ini memilih tutup mulut. Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano dan Sekretaris Umum Rocky Bebena tidak memberikan respons sama sekali. Baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022