
ANDALAN: Kurniawan Dwi Yulianto saat mengikuti sesi latihan timnas Indonesia pada 13 Desember 2007. (MUSTAFA RAMLI/JAWA POS)
JawaPos.com - Siapa yang tak kenal dengan Kurniawan Dwi Yulianto? Deretan prestasi sudah diukirnya sebagai pesepak bola. Kurniawan pun memulai debut tak biasa saat menjadi pelatih kepala. Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Si Kurus, julukannya dulu.
---
Saat ini Anda tinggal di Malaysia. Bagaimana awal kisah menerima pinangan melatih Sabah FA?
Awalnya, pada Juli atau Agustus tahun lalu (2019), Sabah FA menghubungi saya untuk menjadi pelatih kepala. Karena aturan dari Badan Liga Malaysia mewajibkan tim Super League menggunakan pelatih yang berlisensi Diploma atau A Pro, saya katakan bahwa masih ada international games dengan timnas U-23. Tapi, mereka sangat serius dan mau menunggu sampai kontrak saya habis. Saat (kontrak, Red) sudah habis di timnas, belum ada penawaran. Saya rasa, karena mereka serius dan deal di angka, semua hak dan kewajiban yang mereka tuntut ternyata bisa saya terima. Jadi, ada kesepakatan.
Sebagai pemain, Anda pernah membela Sarawak, sedangkan kini melatih Sabah. Pernah mendapat teror dari suporter lawan?
Tidak ada karena Sabah ini bermain di Super League. Dua tim lain, Sarawak United dan Kuching FC, main berbeda (liga di bawahnya) sehingga belum bertemu di kompetisi. Tapi, saya rasa tekanan itu tidak ada karena memang kami sama-sama tim dari Borneo. Rivalitas ada, tapi tetap menjaga sportivitas.
Respons Anda setelah melihat fakta bahwa Anda adalah sosok pertama yang memulai sebagai pemain dan pelatih kepala di luar negeri?
Saya tentu bangga ya atas capaian saya. Dalam arti, saya mengawali karir profesional saya di Swiss (FC Luzern) di luar negeri dan mengawali karir sebagai pelatih kepala di luar negeri. Tentu menjadi sejarah tersendiri bagi saya dan insya Allah saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya siap berikan yang terbaik bagi tim saya.
Photo
MENTOR: Kurniawan Dwi Yulianto saat memberikan coaching clinic di Stadion Utama Gelora Bung Karno (6/6/2014). (WAHYUDIN/JAWA POS)
Mengapa tidak banyak pemain atau pelatih Indonesia yang berkarir di luar negeri?
Mungkin mereka memiliki pemikiran yang berbeda-beda gitu kan. Tapi, menurut saya, dengan talenta yang ada di Indonesia, seharusnya mereka bisa berpikir lebih jauh untuk meningkatkan karir mereka. Caranya ya mencoba berjuang dan bermain di negara-negara yang memang level sepak bolanya di atas kita seperti Jepang dan Korea. Kalau mereka bermain di level yang lebih tinggi, tentu permainan mereka akan lebih meningkat.
Apa perbedaan antara Malaysia dan Indonesia di cabang sepak bola?
Saya tidak bermaksud membandingkan ya. Tapi, yang saya lihat dan faktanya, atmosfer Liga Indonesia mungkin lebih terasa karena hampir setiap game dipadati puluhan ribu suporter. Talenta kita juga lebih baik sebenarnya.
Kalau kelebihan di Malaysia?
Di Malaysia, infrastruktur lebih memadai. Setiap tim diwajibkan memiliki training ground, bukan di stadion tempat bermain. Kemudian, sistem mereka lebih tertata dan lebih baik sehingga jadwal pertandingannya pun seminggu sekali. Itu fix tidak mengganggu program tim nasional juga. Untuk masalah penunggakan gaji, mereka sangat tegas. Kalau ada tim yang tidak membayar gaji, setelah kompetisi dimulai, poin otomatis dikurangi tiga. Kalau tidak ada pelunasan, akan didrop ke liga di bawahnya.
Photo
ANDALAN: Kurniawan Dwi Yulianto saat mengikuti sesi latihan timnas Indonesia pada 13 Desember 2007. (MUSTAFA RAMLI/JAWA POS)
Bicara masa lalu, momen apa yang paling berkesan dan tidak terlupakan sampai sekarang?
Ketika saya mencetak gol untuk kali pertama di level profesional saat membela FC Luzern, kami menang 2-1 atas Basel. Saya mencetak gol pertama dan itu menjadi sejarah karena saya menjadi orang Indonesia pertama yang mencetak gol di Liga Europa resmi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=q6usnjR_m1k&t

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
