
David da Silva (kiri), striker Persebaya melepaskan tendangan bola yang berhasil menjebol gawang Arema FC saat pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Batakan, Balikpapan, kemarin (12/12). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com – Persebaya Surabaya tak hanya berlaga di pentas nasional. Tim berjuluk Green Force itu juga bermain di kompetisi internasional. Mereka menjadi wakil Indonesia di ajang ASEAN Football Championship (AFC) 2020.
Pihak PSSI sudah mengirim surat resmi kepada manajemen Persebaya. Mereka meminta kejelasan soal home base, lapangan latihan, dan akomodasi untuk turnamen tersebut. Nah, pihak Persebaya sudah harus memberikan kepastian kepada AFF soal itu paling lambat Selasa (28/1).
Photo
Persebaya Surabaya
Soal home base, Persebaya sudah memastikan akan berkandang di Surabaya. Ada dua stadion yang akan digunakan Green Force musim ini. Yakni, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November (G10N). GBT akan digunakan hingga akhir Juli. Setelah itu, mereka boyongan ke G10N hingga akhir musim.
Sekretaris Persebaya Ram Surahman memastikan hal tersebut. ”Kami sudah sampaikan ke dispora (Surabaya) soal kompetisi ASEAN juga. Intinya, Pemkot Surabaya mendukung penuh kami berkandang di Surabaya,” terang Ram kepada Jawa Pos. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemkot. ”Tinggal nanti menyesuaikan dengan jadwalnya,” jelas pria asli Gresik itu. Hanya, manajemen belum memberikan balasan kepada pihak AFF.
GBT memang sudah layak menjadi tuan rumah di kompetisi ASEAN. Apalagi, stadion berkapasitas 50 ribu penonton itu sudah lolos verifikasi AFC pada tahun lalu. Untuk tempat latihan, Persebaya sering berpindah. Ada beberapa lapangan yang sering dijadikan tempat latihan. Misalnya, Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, maupun lapangan Polda Jatim, Surabaya.
Rencananya, kompetisi tersebut dimulai pada Mei. Kemudian, berakhir pada akhir Juli. Artinya, ada waktu selama tiga bulan bagi Green Force untuk fokus ke kompetisi ASEAN Football Championships. Soal target, manajemen Persebaya belum mau berbicara banyak. ”Nanti saja lah. Toh, kami juga belum tahu lawan kami siapa saja,” terang Ram. Hal itu bisa dimaklumi. Sebab, masih ada beberapa tim yang harus melakoni ajang kualifikasi.
Persebaya akan bersaing dengan tim dari negara lain di Asia Tenggara. Persebaya tidak sendirian. Bali United juga menjadi wakil Indonesia di ajang itu. Mereka akan bersaing dengan 10 klub lain. Nantinya 12 klub peserta dibagi dalam dua grup.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
