Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2020 | 01.32 WIB

Pandemi Belum Selesai, Pentolan The Jak dan Bonek Tolak Liga 1 Restart

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Rencana PSSI untuk melanjutkan kompetisi mendapat tanggapan dari sejumlah pentolan suporter. Ketua Umum Pengurus Pusat The Jakmania Diky Somarno, misalnya. Dia dengan tegas menyatakan, jika pandemi di Indonesia belum mereda, pihaknya keberatan liga dilanjutkan. Mantan Korwil Manggarai itu beralasan, kesehatan dan keuangan menjadi hal yang harus dipikirkan semua pihak.

Kesehatan, misalnya. Saat ini yang terpapar korona terus bertambah setiap hari. Per kamis (25/6), terdapat 1.178 kasus baru. Jika di total secara keseluruhan, sudah ada 50.187 orang yang terpapar. Untuk keuangan, setiap klub bakal sulit meng-handle biaya pengeluaran. Apalagi, kompetisi dilanjutkan tanpa penonton.

Selain itu, biaya menyelenggarakan pertandingan tidak murah. Setiap pemain dan ofisial harus terus dites yang bakal membuat pengeluaran membengkak. ’’Harus ada solusi dari persoalan yang terjadi ataupun persoalan yang mungkin terjadi,’’ paparnya kepada Jawa Pos kemarin.

Pentolan Bonek Andi Pecie juga tidak setuju dengan rencana PSSI. Menurut dia, pihak federasi terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. ’’Di Indonesia, angka pasien (Covid-19) masih tinggi,’’ tegasnya. Jika kompetisi digelar, bakal ada banyak suporter yang datang ke stadion. Memang ada aturan agar jumlah penonton yang datang hanya 30 persen dari kapasitas stadion. Namun, hal itu dinilai tetap tidak efektif.

’’Tetap saja nanti ada penumpukan massa,’’ tambahnya. Selain itu, di dalan stadion suporter sudah pasti bergerombol dalam satu tempat. ’’Mereka akan bersatu menyanyikan chant agar lebih nyaring. Itu saja sudah menyalahi aturan pshycal distancing,’’ tambah pria bernama asli Andy Kristiantono itu. Kalaupun ada opsi tanpa penonton, Andi mempertanyakan kesiapan pihak keamanan. ’’Apa siap kalau ada suporter yang tetap datang ke stadion? Itu harus diantisipasi,’’ jelasnya.

Andi berharap kompetisi ditiadakan. Lagi pula, kondisi Liga 1 berbeda dengan kompetisi Eropa. ’’Kalau di Eropa, kompetisi sudah hampir sampai akhir. Sudah kelihatan siapa yang mau juara,’’ katanya. Sementara itu, Liga 1 baru memasuki pekan ketiga. Kalaupun dihentikan, dia yakin tidak akan ada masalah. ’’Karena belum kelihatan siapa yang akan juara. Jadi, potensi protes itu tidak ada,’’ tegasnya.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore