
Photo
JawaPos.com – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) mendadak gelap gulita pada menit ke-67. Penerangan cahaya di tribun timur tiba-tiba mati. Pemain Persebaya Surabaya dan Tira Persikabo sontak kaget. Mereka pun menepi untuk menghentikan permainan.
Sementara itu, Bonek yang berada di GBT tak tinggal diam. Mereka langsung menyalakan lampu dari smartphone. Tribun stadion pun menyala karena aksi tersebut. Tapi, hal itu tak lantas membuat laga dilanjutkan. Sebab, penerangan tetap saja temaram.
Lampu Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, padam sebagian besar saat pertandingan Liga 1 2019 Persebaya melawan PS Tira Persikabo, kemarin (21/7). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
Persebaya Surabaya
Bonek lantas menyanyikan chant. Yel-yel ’’dispora sabotase’’ terdengar nyaring. Chant itu seolah menyindir Dispora Surabaya selaku pengelola stadion berkapasitas 50 ribu penonton tersebut. ’’Kami juga kaget. Biasanya nggak pernah seperti ini. Kami tidak tahu (penyebabnya) karena posisi kami hanya penyewa,’’ kata Ram Surahman, sekretaris Persebaya.
Untung, lampu kembali menyala 14 menit berselang. Laga pun dilanjutkan. Namun, kejadian itu tetap saja membuat konsentrasi pemain terganggu. Apalagi, sebelum lampu mati, kedua tim tengah bermain dengan tempo tinggi. Terutama setelah Wawan Febrianto mencetak gol penyeimbang pada menit ke-64.
Kapten Ruben Sanadi merasakan betul gangguan itu. Menurut dia, kejadian tersebut telah merusak tempo permainan. ’’Memang sedikit mengganggu (konsentrasi). Tapi, itu tak mau saya jadikan alasan. Tim lawan memang tampil bagus juga,’’ ujar mantan pemain Persipura Jayapura itu.
Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan senada dengan Ruben. Dia kaget, tapi memaklumi hal itu. ’’Kejadian tak terduga kan bisa terjadi kapan saja. Jadi, kami harus siap,’’ ucapnya. ’’Tak ada yang untung atau rugi dengan mati lampu. Sebab, kedua tim merasakan hal serupa,’’ tambahnya.
Nah, terkait dengan matinya lampu di GBT, PLN buka suara. Melalui siaran persnya, Senior Managers General Affairs PT PLN Unit Induk Distribusi Jatim A. Rasyid Naja menjelaskan, tidak ada kaitannya mati lampu itu dengan pasokan listrik dari PLN.
”Berdasarkan keterangan panitia, penyelenggara lampu sorot menggunakan listrik dari genset. Sementara listrik PLN digunakan untuk keperluan sebagian lampu tribun dan parkir,” begitu keterangan Rasyid Naja.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
