
Photo
JawaPos.com – Persebaran virus korona membuat Liga 1 2020 terhenti untuk sementara. Sebagai antisipasi, beberapa tim Liga 1 sudah melakukan tes Covid-19 kepada seluruh pemainnya. Nah, langkah tersebut juga bakal ditempuh Persebaya Surabaya.
Pelatih Persebaya Aji Santoso sudah berbicara dengan pihak manajemen. Dia ingin ada tes virus korona kepada seluruh staf dan skuadnya. Bukan tanpa alasan Aji meminta tes tersebut segera dilakukan. ’’Apalagi, Surabaya ini kan masuk zona merah. Termasuk Malang juga,’’ kata pelatih yang akan berusia 50 tahun pada 6 April itu saat ditemui Jawa Pos di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin pagi.
Photo
Persebaya Surabaya
Kondisi yang terjadi di Surabaya membuat pelatih asal Kabupaten Malang tersebut sangat waswas. Karena itu, dia ogah mengambil risiko. Dengan melakukan tes virus korona, Aji ingin memastikan kondisi seluruh pemainnya.
Gelandang Persebaya Aryn Williams mendukung penuh langkah tersebut. Apalagi, dia juga tahu bahwa sudah ada pasien yang positif korona di Surabaya. Pemain asal Australia itu pun sudah berbicara dengan Manajer Persebaya Candra Wahyudi. ’’Saya juga sudah sampaikan ke pelatih dan dokter tim. Melakukan tes virus korona adalah ide bagus,’’ ucap pemain kelahiran 28 Oktober 1993 tersebut.
Menurut dia, tes itu sangat dibutuhkan. Apalagi, tim seperti Persib Bandung sudah melakukannya kepada pemainnya. ’’Hasilnya semua negatif. Itu bagus buat tim,’’ jelasnya. Nanti, dari tes itu, Aryn berharap semua pemain tahu kondisi mereka seperti apa. ’’Kalaupun ada yang tidak sehat, kami bisa langsung mengetahui dan melakukan langkah antisipasi,’’ tambah pemain Perth Glory tersebut.
Pihak Persebaya sejatinya mulai melakukan langkah antisipasi. Buktinya, sejak Liga 1 2020 rehat, Green Force, julukan Persebaya, selalu mengadakan latihan tertutup. Hal itu dilakukan sebagai langkah meminimalkan persebaran virus korona. Padahal, biasanya skuad Persebaya mengadakan latihan secara terbuka. Latihan juga sering dibanjiri Bonek.
Bahkan, setiap sesi latihan kini ada ritual anyar yang ditambahkan. Yakni, tangan setiap pemain wajib disemprot hand sanitizer. Pemain juga diminta menjaga pola makan yang baik selama di luar lapangan.
Selain itu, selama libur pemain dilarang pulang kampung. Beberapa pemain juga memilih beristirahat di tempat tinggalnya. Meski berlatih dalam ancaman virus berbahaya, Aji melihat anak asuhnya tetap santai. ’’Anak-anak sudah sangat enjoy dalam latihan kok. Mereka happy dan semangat,’’ papar mantan pelatih PSIM Jogjakarta tersebut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
