Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Februari 2019 | 20.02 WIB

Dapat Tuntutan Tinggi di PSM, Aaron Evans Tetap Selow

Aaron Evans diharapkan bisa jadi pemain Asia berkelas di PSM. - Image

Aaron Evans diharapkan bisa jadi pemain Asia berkelas di PSM.


JawaPos.com - Putusan Aaron Evans untuk bergabung ke PSM Makassar disertai dengan harapan besar. Tim berjuluk Juku Eja itu ingin kembali mendapatkan pemain Asia berkualitas. Pasalnya, PSM seolah kesulitan mendapatkan pemain Asia dengan talenta yang jauh di atas pemain lokal.


Bek PSM asal Australia, Aaron Evans, sadar jika statusnya sebagai pemain asing dituntut harus lebih baik dari pemain lokal. Apalagi PSM juga punya target tinggi yang akan dikejar pada musim ini.


"Bagi saya itu normal. Akan saya jadikan sebagai motivasi saya untuk meningkatkan terus kemampuan," ungkap eks Barito Putera tersebut. 


Dalam 10 tahun terakhir PSM memang sering menggunakan jasa pemain Asia. Hanya saja, kontribusi mereka tidak sebagus pemain-pemain asal Eropa.


Pasukan Ramang mulai rutin menggunakan tenaga pemain Asia pada musim 2009-2010. Regulasi kompetisi yang dulu masih bernama Indonesian Super League (ISL) ini mulai membatasi kuota pemain asing dengan formant 3+2 (3 non-Asia dan 2 Asia). Untuk kemudian diubah menjadi 3+1.


Dalam perjalanannya, Pasukan Ramang ternyata cukup kesulitan mendapatkan pemain Asia berkualitas. Tidak banyak legiun Asia yang bisa bertahan lama. Paling lama hanya Kwon Jun dengan penampilan 44 laga musim 2011-2012. Kemudian 11 laga pada ISC 2016.


Masuknya Aaron Evans membuat Australia menjadi negara Asia yang paling banyak digunakan jasanya oleh PSM (6 pemain). Disusul Korea Selatan (4). Sisanya dari berbagai negara. Mulai dari Iran, Uzbekistan, Hong Kong, hingga Suriah.


Terkait kualitas pemain Asia, Asisten Pelatih PSM, Imran Amirullah, tak memungkiri jika rata-rata hampir setara dengan lokal. Jarang yang menunjukkan kelebihan sebagai pemain yang dikontrak lebih mahal ketimbang penggawa lokal.


Imran cukup paham dengan kemampuan pemain Asia di PSM. Apalagi dia pernah menjadi asisten pelatih PSM musim 2009. Bahkan dua kali menjadi karteker sepeninggal Petr Segr musim 2013 dan Alfred Riedl 2015.


"Satu yang saya lihat cukup bagus adalah Park Jung Hwan. Sayangnya, faktor cedera dan umur membuatnya tidak optimal bermain 90 menit," kata Imran, Selasa (12/2).


Sementara itu legenda PSM Syamsuddin Umar menambahkan, pemain Asia jarang yang menonjol di Pasukan Ramang. Menurutnya, itu karena mereka direkrut saat performanya sudah meredup. "Dibutuhkan seleksi yang betul-betul bagus untuk mendapatkan pemain hebat," nilainya.

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore