
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman
JawaPos.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman mengaku kecewa dengan hasil imbang di leg pertama final Piala Presiden 2019. Menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (9/4) kemarin, Persebaya ditahan dengan skor 2-2.
Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur, penampilan buruk timnya diawali dari cedera Muhammad Hidayat. Sejak sang pemain ditarik ke luar lapangan, Persebaya terlihat gagal mengimbangi permainan Singo Edan.
"Kami bermain bagus pada awal babak dengan masih berfungsinya Hidayat. Tetapi setelah itu ia mengalami cedera," sesal Djanur.
Hidayat tak bisa melanjutkan pertandingan di menit ke-12. Sebelumnya ia juga cedera kala bermain di laga kontra Madura United.
"Tetapi dipaksa bermain. Namun Hidayat cedera lagi, dan harus kami ganti. Sehingga lini tengah dikuasai oleh Arema," jelas Djanur.
Persebaya sebenarnya memasang Fandi Eko Utomo sebagai pengganti Hidayat. Tapi sayang, performa Fandi tidak sesuai harapan. Bahkan, Fandi menjadi penyebab terjadinya gol pertama Arema yang dicetak Hendro Siswanto.
“Kelihatannya Fandi juga kurang siap. Setelah itu Misbakhus Solikin yang kami dorong agak ke depan mengganti posisi Hidayat. Tetapi hasilnya kurang sesuai dengan harapan,” ulas Djanur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
