
Photo
JawaPos.com – Rendi Irwan masih tercatat sebagai pemain Persebaya Surabaya. Tapi, dia sudah mengantongi lisensi pelatih C AFC. Pemain 33 tahun itu bahkan telah resmi menjadi pelatih salah satu klub sepak bola.
Tapi, bukan klub profesional. Rendi kini menjadi pelatih tim Dusun Klagen, Sukodono, Sidoarjo. Itu adalah tim kampung halaman bapak tiga anak tersebut. Rendi memang lahir dan besar di Klagen. Kini dia dipasrahi menukangi tim sepak bola Klagen. Bukan hanya satu, tapi dua tim sekaligus. Yakni, tim U-12 dan senior.
Untuk tim U-12, latihan dilakukan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara itu, tim senior berlatih pada Selasa dan Kamis. Artinya, dari Senin hingga Jumat, Rendi sibuk menjadi pelatih. Bagi Rendi, banyak kisah unik selama dirinya melatih. Apalagi saat menukangi tim junior. ’’Melatih anak-anak harus sabar. Karena kadang ada yang nurut, ada juga yang nggak menghiraukan. Sibuk main sendiri,’’ katanya kepada Jawa Pos.
Tentu saja banyak pemain junior yang sering melakukan kesalahan. Entah passing atau dribbling. Di situlah kesabaran mantan pemain Persik Kediri itu diuji. Sebab, jika dia marah, mental pemainnya akan drop. ’’Saya menganggap itu hal biasa. Namanya anak-anak, pasti ada saja kesalahan pas latihan. Apalagi, mereka memang baru kali pertama berlatih. Tidak seperti saya dulu yang di SSB sejak kecil, jadi tahu basic sepak bola,’’ terang Rendi.
Lalu, bagaimana saat melatih tim senior? Rendi mengaku tim senior tidak terlalu banyak masalah. Hanya, beberapa kali dia meminta bantuan pelatih fisik Persebaya Gassely Jun Panam. ’’Saya minta masukan program yang cocok untuk meningkatkan fisik pemain itu seperti apa. Alhamdulillah, coach Gassely mau membantu. Dikasih banyak masukan,’’ kata suami Vera Hisma Putri tersebut.
Selain itu, dia sering mendapat bantuan dari asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi. Itu bisa dimaklumi. Sebab, Uston juga merupakan pemain asli kelahiran Klagen. ’’Kadang program dari coach Uston saya gabung dengan masukan dari coach Gassely. Saya terapkan di latihan,’’ beber Rendi. Nah, apa yang diajarkan itu diterapkan dalam pertandingan persahabatan. ’’Setiap Sabtu dan Minggu kami pasti ada lawan tanding,’’ imbuh pemain yang pernah berkostum Persija Jakarta tersebut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
