JawaPos Radar | Iklan Jitu

Liga 1 2018

Persebaya vs Persela, Duel Dua Murid Satu Guru

04 Agustus 2018, 15:15:59 WIB | Editor: Agus Dwi W
persebaya surabaya
Persebaya Surabaya menjadi tempat yang pernah membesarkan Bejo Sugiantoro dan Aji Santoso. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com – Dua legenda Persebaya Surabaya, Aji Santoso dan Bejo Sugiantoro, akan saling adu taktik di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (5/8) sore. Keduanya memiliki banyak kesamaan, salah satunya ialah sama-sama ‘murid’ mendiang Rusdy Bahalwan.

Aji dan Bejo pernah berada dalam satu tim Persebaya pada penghujung 90-an. Keduanya juga berhasil membawa Persebaya menjadi kampiun Liga Indonesia 1997. Pada saat itu Aji berstatus pemain senior, sedangkan Bejo adalah rising star Persebaya.

Aji dan Bejo juga pernah didaulat sebagai kapten tim Persebaya. Bahkan mereka sukses mempimpin tim ini menjadi juara. Aji adalah kapten Persebaya ketika juara 1997. Sedangkan Bejo memimpin Persebaya juara 2004.

Selain itu, kedua legenda Persebaya ini pernah merasakan sentuhan mendiang Rusdy Bahalwan. Almarhum Rusdy adalah sosok yang sangat disegani di Surabaya. Selain ramah, mendiang Rusdi juga sangat cerdas dan sosok yang alim.

Ketika Aji pertama kali menukangi Persebaya pada play off Divisi Utama tahun 2009, ia membawa semangat dan gaya permainan ala Rusdy Bahalwan ke tim Persebaya. Hasilnya, Aji membawa Persebaya promosi ke Indonesia Super League (ISL) 2010.

“Saya ini pernah dibesarkan dan membesarkan Persebaya. Bagi saya, Surabaya bukan hal yang asing,” ucap mantan bek kiri Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini ketika diperkenalkan sebagai pelatih Persebaya, Juni 2009 silam.

Kini giliran Bejo yang diberi panggung untuk melatih Persebaya. Sama seperti status Aji pada 2009, jabatan Bejo adalah adalah pelatih interim. Bejo naik pangkat sebagai karteker setelah Persebaya berpisah dengan Angel Alfredo Vera.

Ketika diperkenalkan di hadapan awak media Kamis (2/8) kemarin, Bejo secara tegas ingin menghidupkan sepak bola ala Rusdy Bahalwan di tim Persebaya saat ini. “Saya suka filosofi Rusdi Bahalwan. Itu yang saya pakai,” tegasnya.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up