Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2020 | 02.00 WIB

Stadion Mandala Krida Tersisih dari Venue PD U-20 karena Gunung Merapi

Fasilitas tribun penonton di Stadion Mandala Krida usai diresmikan Kamis (10/1). Fasilitas baru dan mentereng ini diharapkan ikut memacu prestasi yang ditorehkan PSIM Jogja. - Image

Fasilitas tribun penonton di Stadion Mandala Krida usai diresmikan Kamis (10/1). Fasilitas baru dan mentereng ini diharapkan ikut memacu prestasi yang ditorehkan PSIM Jogja.

JawaPos.com – Pada 1 Juli lalu, Menpora Zainudin Amali menyatakan bahwa Stadion Jakabaring (Palembang) dan Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung) belum pasti masuk jadi venue Piala Dunia U-20 tahun depan. Tapi, kemarin Zainudin merevisi perkataannya dalam pertemuannya dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor Kemenpora. Zainudin setuju memasukkan dua stadion itu bergabung dengan empat lainnya yang dianggap sudah pasti digunakan dalam Piala Dunia U-20.

Hal tersebut dilontarkan dalam jumpa pers setelah berdiskusi dengan PSSI. Zainudin menyebut, Jakabaring dan Jalak Harupat menggantikan Stadion Pakansari (Bogor) dan Stadion Mandala Krida (Jogjakarta) setelah rapat dengan Kementerian PUPR. ’’Akhirnya dalam rapat itu diputuskan ada enam stadion yang akan dipersiapkan. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Manahan (Solo), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Jakabaring (Palembang). Itu yang akan dikerjakan sesuai dengan arahan presiden,’’ terangnya.

Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– mengklaim bahwa enam stadion, termasuk Jakabaring dan Jalak Harupat, itu sudah dikomunikasikan ke FIFA. Artinya, FIFA juga sudah memberikan banyak saran dan setuju atas usul tersebut.
Iwan Bule mengungkapkan, Stadion Jakabaring punya infrastruktur yang sesuai dengan klasifikasi FIFA. Pengalaman kerap menggelar event internasional jadi alasan lain akhirnya Stadion Jakabaring dipilih jadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun depan. ’’Kami juga sudah melihat kelengkapan lainnya. Fasilitasnya lebih lengkap (dibandingkan Stadion Pakansari). Mulai transportasi, akomodasi, dan beberapa sarana penunjang lainnya. Pemerintah daerah juga serius luar biasa,’’ paparnya.

Lalu, alasan Stadion Si Jalak Harupat dipilih menggantikan Stadion Mandala Krida adalah masalah ancaman bencana alam. Mantan sekretaris Lemhannas itu mengungkapkan, FIFA sempat menanyakan perihal Gunung Merapi yang masih aktif dan sangat dekat dengan stadion. FIFA ingin meminimalkan peristiwa tersebut.

’’Kami juga tidak tahu kapan gunung berapi meletus kan? Kami akui Stadion Mandala Krida soal kelengkapan sangat bagus, bahkan stadion pendukung lainnya cukup banyak,’’ paparnya.

Tapi, karena tidak ingin terjadi hal-hal buruk, PSSI akhirnya mengganti Mandala Krida dengan Si Jalak Harupat. Pergantian yang juga dianggapnya cukup setara. Selain pernah jadi venue Asian Games 2018, Stadion Si Jalak Harupat sudah punya banyak stadion pendukung untuk fasilitas latihan peserta.

’’Hampir lengkap malahan. Ada Stadion Siliwangi, Stadion Persib Sidolig, stadion di ITB, tinggal dipoles saja. Jakarta paling lengkap, Bali yang masih kurang,’’ ujarnya. Karena itu, dia berharap Menpora dan Kementerian PUPR memperhatikan hal tersebut.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore