
Fasilitas tribun penonton di Stadion Mandala Krida usai diresmikan Kamis (10/1). Fasilitas baru dan mentereng ini diharapkan ikut memacu prestasi yang ditorehkan PSIM Jogja.
JawaPos.com – Pada 1 Juli lalu, Menpora Zainudin Amali menyatakan bahwa Stadion Jakabaring (Palembang) dan Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung) belum pasti masuk jadi venue Piala Dunia U-20 tahun depan. Tapi, kemarin Zainudin merevisi perkataannya dalam pertemuannya dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor Kemenpora. Zainudin setuju memasukkan dua stadion itu bergabung dengan empat lainnya yang dianggap sudah pasti digunakan dalam Piala Dunia U-20.
Hal tersebut dilontarkan dalam jumpa pers setelah berdiskusi dengan PSSI. Zainudin menyebut, Jakabaring dan Jalak Harupat menggantikan Stadion Pakansari (Bogor) dan Stadion Mandala Krida (Jogjakarta) setelah rapat dengan Kementerian PUPR. ’’Akhirnya dalam rapat itu diputuskan ada enam stadion yang akan dipersiapkan. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Manahan (Solo), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Jakabaring (Palembang). Itu yang akan dikerjakan sesuai dengan arahan presiden,’’ terangnya.
Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– mengklaim bahwa enam stadion, termasuk Jakabaring dan Jalak Harupat, itu sudah dikomunikasikan ke FIFA. Artinya, FIFA juga sudah memberikan banyak saran dan setuju atas usul tersebut.
Iwan Bule mengungkapkan, Stadion Jakabaring punya infrastruktur yang sesuai dengan klasifikasi FIFA. Pengalaman kerap menggelar event internasional jadi alasan lain akhirnya Stadion Jakabaring dipilih jadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun depan. ’’Kami juga sudah melihat kelengkapan lainnya. Fasilitasnya lebih lengkap (dibandingkan Stadion Pakansari). Mulai transportasi, akomodasi, dan beberapa sarana penunjang lainnya. Pemerintah daerah juga serius luar biasa,’’ paparnya.
Lalu, alasan Stadion Si Jalak Harupat dipilih menggantikan Stadion Mandala Krida adalah masalah ancaman bencana alam. Mantan sekretaris Lemhannas itu mengungkapkan, FIFA sempat menanyakan perihal Gunung Merapi yang masih aktif dan sangat dekat dengan stadion. FIFA ingin meminimalkan peristiwa tersebut.
’’Kami juga tidak tahu kapan gunung berapi meletus kan? Kami akui Stadion Mandala Krida soal kelengkapan sangat bagus, bahkan stadion pendukung lainnya cukup banyak,’’ paparnya.
Tapi, karena tidak ingin terjadi hal-hal buruk, PSSI akhirnya mengganti Mandala Krida dengan Si Jalak Harupat. Pergantian yang juga dianggapnya cukup setara. Selain pernah jadi venue Asian Games 2018, Stadion Si Jalak Harupat sudah punya banyak stadion pendukung untuk fasilitas latihan peserta.
’’Hampir lengkap malahan. Ada Stadion Siliwangi, Stadion Persib Sidolig, stadion di ITB, tinggal dipoles saja. Jakarta paling lengkap, Bali yang masih kurang,’’ ujarnya. Karena itu, dia berharap Menpora dan Kementerian PUPR memperhatikan hal tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
