Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Januari 2020 | 22.00 WIB

Persik Optimistis Bisa di Brawijaya, tapi Siapkan Juga Supriyadi

Suasana Stadion Brawijaya Kediri. Manajemen Persik berbenah dengan menambah kapasitas lampu stadion untuk menyambut Liga 1. Humas pemkot Kediri for Jawa Pos - Image

Suasana Stadion Brawijaya Kediri. Manajemen Persik berbenah dengan menambah kapasitas lampu stadion untuk menyambut Liga 1. Humas pemkot Kediri for Jawa Pos

JawaPos.com – Identitas Persik itu Kediri. Karena itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan, Persik harus bermain di Kediri. Di Stadion Brawijaya, Kediri. Dan, Mas Abu –sapaan akrab Abdullah Abu Bakar– sadar betul bahwa Stadion Brawijaya harus dibenahi agar lolos verifikasi untuk Liga 1.

’’Apa yang kurang, maka itu yang akan kami perbaiki. Kami ingin Persik tetap bermain di Kediri,’’ tegasnya ketika berbincang dengan Jawa Pos beberapa waktu lalu. Penegasan tersebut bukan sekadar janji. Tapi, Pemkot Kediri disebut Mas Abu bakal benar-benar melakukan perbaikan.

Dari hasil verifikasi awal PT Liga Indonesia Baru (LIB), Stadion Brawijaya memang harus dibenahi dalam banyak hal. Salah satu yang krusial adalah lampu stadion. Saat ini pencahayaan stadion yang berada di jantung kota Kediri itu hanya 300 lux. Padahal, standar minimal untuk Liga 1 adalah 800 lux, sedangkan kompetisi AFC minimal 1.200 lux.

Yang juga harus dibenahi adalah bangku pemain cadangan dan rumput stadion. Catatan dari operator kompetisi tersebut kini pun coba diselesaikan Pemkot Kediri. ’’Untuk lampu, kemarin kami sudah mendatangkan pihak Philips. Tahun 2020 akan ada penambahan lampu,’’ terang pengelola Stadion Brawijaya Purwanto.

Dari pengecekan pihak Philips, ada 16 lampu Stadion Brawijaya yang padam. Lampu yang padam tersebut bakal diganti. ’’Nanti, setiap tiang juga ditambah empat lampu. Jadi, selain penggantian, nanti ada total penambahan 16 lampu,’’ papar Purwanto.

Pembenahan yang lainnya juga dilakukan. Pemkot Kediri pun optimistis sebelum Liga 1 musim 2020 bergulir pembenahan rampung. Manajemen Persik juga yakin. ’’Problem utamanya kan hanya lampu dan bangku pemain cadangan. Kami yakin masalah itu selesai dan kami akan berkandang di Brawijaya,’’ kata Manajer Persik Beny Kurniawan.

Waktu dua bulan sebelum kompetisi bergulir disebut Beny sangat cukup untuk pembenahan tersebut. Sebab, pembenahannya tidak sesulit kalau harus merombak total rumput stadion dan membangun tribun baru.

Meski, optimistis, manajemen Persik tetap menyiapkan opsi lain sebagai markas Persik untuk Liga 1 musim 2020. Opsi itu disiapkan jika ternyata hal buruk terjadi dengan hasil verifikasi Stadion Brawijaya. ’’Sebagai cadangan, kami siapkan Stadion Supriyadi, Blitar. Sebab, stadion tersebut sudah ada lampunya. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Kediri,’’ ungkap Beny.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore