Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 21.14 WIB

Insiden Rakic Bikin Pelatih Madura United Teringat Choirul Huda

Kondisi Aleksandar Rakic sudah baik usai berbenturan di laga kontra Persela. - Image

Kondisi Aleksandar Rakic sudah baik usai berbenturan di laga kontra Persela.


JawaPos.com - Kemenangan Madura United atas Persela Lamongan, Minggu (31/3) kemarin harus dibayar cukup mahal. Sebab, striker andalan Aleksandar Rakic mengalami cedera parah. Membuat pemain asal Serbia itu pingsan dan harus dirawat di rumah sakit.


Pencetak gol penentu kemenangan Madura United, Aleksandar Rakic, harus dilarikan ke UGD RSUD dr Soegiri Lamongan. Rakic bertabrakan dengan kiper Madura United M. Ridho pada menit ke-90+1. Penyerang kelahiran Serbia itu sempat tidak sadarkan diri di lapangan. Berdasar informasi yang didapatkan Jawa Pos, Rakic mengalami tongue swallowing.


Rekan setimnya dan para pemain Persela pun sempat panik. Bahkan, Manajer Madura United Haruna Soemitro dan pelatih Dejan Antonic spontan lari masuk ke lapangan.


’’Saya panik karena salah seorang pemain saya terkapar. Apalagi, dia satu negara sama saya (Serbia, Red). Saya merasa bisa berkomunikasi dengan bahasa yang sama dengan dia. Jadi, saya spontan lari,’’ kata Dejan.


’’Kami juga trauma. Sebab, ada satu teman kami yang meninggal di sini (Surajaya). Saat dia (Rakic) sudah sadar, saya tanya dia. Dia bilang aman dan oke,’’ lanjut pelatih 50 tahun tersebut.


Yang dimaksud Dejan adalah kematian kiper Persela Choirul Huda pada 15 Oktober 2017. Ketika itu Huda bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues dan pemain Semen Padang Marcel Sacramento. Saat itu Persela menang 2-0 atas Semen Padang.


Insiden Huda dan Rakic kemarin juga terjadi di titik yang nyaris sama. Tepatnya di area gawang sebelah selatan Stadion Surajaya.


Dokter tim Madura United Hery Siswanto menjelaskan, tulang toraks Rakic terbentur lutut Ridho saat saling berbenturan. Itulah yang mengakibatkan Rakic menjadi susah bernapas.


’’Tadi dilakukan CT scan di leher dan hasilnya cukup bagus. Setelah itu, kami lakukan observasi selama 24 jam. Kalau tidak ada masalah seperti pusing atau mual, dia (Rakic, Red) boleh pulang,’’ tutur Hery. 


Rakic pun kini sudah tidak lagi dirawat di rumah sakit. Dia sudah dinyatakan aman dan diizinkan untuk pulang. 


"Thanx everyone for support, thanx all doctors who take care about me on the field and in hospital also. I AM GOOD. TERIMA KASIH," ucap Rakic di Instagram pribadinya.

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore