alexametrics

Cara Tottenham Hotspur Hibur ‘Klub Tarkam’

12 Januari 2021, 22:34:20 WIB

JawaPos.com – Salah satu protokol Covid-19 yang telah menghilangkan kebiasaan adalah larangan bertukar jersey setelah pertandingan.

Hal itu tentu mengecewakan misalnya bagi pemain dari klub kecil yang mendapatkan kesempatan berhadapan dengan klub besar.

Momentum itulah yang diperoleh Marine AFC saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur di putaran ketiga Piala FA kemarin (11/1). Marine tak ubahnya klub tarkam seiring berkompetisi di Division One North West dari Northern Premier League alias divisi kedelapan Inggris.

Baca Juga: Solskjaer Sebut McTominay Monster yang Menjelma Menjadi Manusia

Marine tentu sadar mereka bakal sulit melewati hadangan Spurs sekalipun manajer Jose Mourinho menyimpan pemain bintang seperti Harry Kane, Son Heung-min, maupun Hugo Lloris.

Dengan kata lain, jersey pemain Spurs-lah yang dibidik pemain dari klub yang punya julukan sama dengan Spurs, The Lilywhites, tersebut.

Hal itu ternyata dipahami Spurs. Tidak ingin pemain Marine kecewa, Spurs membawa jersey lebih banyak dari London dalam laga di Rossett Park kemarin.

’’Kami sudah menyediakan jersey pertandingan yang baru untuk semua pemain @MarineAFC sebagai suvenir pertandingan bersejarah bagi mereka,’’ kicau akun Twitter resmi Spurs.

Alhasil, momen menerima kado jersey bukan sekadar hiburan bagi pemain Marine yang harus mengakui keunggulan Spurs dalam pertandingan dengan skor lima gol tanpa balas. Melainkan seperti capaian bersejarah, melebihi kemenangan.

Seperti yang diungkapkan pelatih Marine Neil Young kepada London Evening Standard. ’’Membawa klub sehebat Tottenham bermain di sini (Rossett Park, Red) telah memenuhi mimpi terliar kami. Tidak peduli hasil pertandingannya,’’ tutur Young.

Tampilnya Spurs di markas Marine turut berdampak positif dari sisi finansial. Tiket virtual yang dicetak sebanyak 30 ribu lembar ludes dibeli oleh fans Marine.

Padahal, selayaknya kandang klub tarkam, fans masih bisa menonton pertandingan dari luar stadion. Sebab, sebagian pembatas stadion hanya tembok setinggi pinggang orang dewasa dengan di atasnya semacam pagar kawat.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c17/dns


Close Ads