
Turki resmi tereliminasi karena alami 2 kekalahan beruntun tanpa kemenangan (Instagram @goal)
JawaPos.com – Perjalanan Turki di Piala Dunia 2026 berakhir secara mengejutkan setelah tersingkir lebih awal dari fase grup meski tampil dominan dalam pertandingan.
Tim asuhan Vincenzo Montella gagal melaju ke babak berikutnya setelah mengalami kekalahan dari Australia dan Paraguay.
Situasi tersebut menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, dominasi permainan tidak selalu menjamin kemenangan, seperti dilansir dari laman Kbizoom pada Minggu (21/6).
1. Penguasaan Bola Tinggi Tidak Menjamin Hasil Pertandingan
Turki menunjukkan kendali permainan yang luar biasa dengan rata-rata penguasaan bola mencapai 75 persen dalam dua pertandingan Piala Dunia 2026. Namun, dominasi tersebut tidak mampu menghasilkan kemenangan karena lawan lebih efektif memanfaatkan peluang. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sepak bola sering kali ditentukan oleh hasil akhir, bukan hanya penguasaan permainan.
2. Banyaknya Tembakan Tidak Selalu Berakhir Menjadi Gol
Tim nasional Turki mencatatkan total 62 tembakan selama dua pertandingan, tetapi hanya 13 yang mengarah tepat ke gawang lawan. Dari jumlah peluang tersebut, tidak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol. Statistik itu menunjukkan bahwa efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor penting dalam menentukan nasib sebuah tim.
3. Dominasi Operan Tidak Mampu Mengubah Jalannya Pertandingan
Turki mencatatkan lebih dari 1.300 operan sepanjang pertandingan yang menunjukkan kemampuan mereka dalam membangun serangan. Namun, penguasaan bola dan distribusi umpan yang tinggi tidak mampu membongkar pertahanan lawan secara maksimal. Sepak bola kembali menunjukkan bahwa strategi yang terlihat dominan tetap dapat gagal jika tidak menghasilkan ancaman nyata.
4. Satu Kesalahan Kecil Dapat Menghancurkan Perjuangan Panjang
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022