Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 21.57 WIB

Kisah Persahabatan Bintang Persebaya Surabaya Malik Risaldi dengan Lulinha yang Kini Dipisahkan Jembatan Suramadu

Lulinha ketika merayakan golnya untuk Malik Risaldi ketika masih sama-sama membela Madura United. (Dok. Madura United)

JawaPos.com - Kisah persahabatan yang tak lekang oleh waktu dan jarak selalu menjadi cerita yang menginspirasi. Salah satu kisah unik datang dari dua bintang sepak bola Liga 1 Indonesia, Malik Risaldi dari Persebaya Surabaya dan Lulinha yang memperkuat Madura United. Meski kini terpisahkan oleh Jembatan Suramadu, hubungan kedua pemain tetap terjaga erat di luar lapangan, meski saat bertemu di dalam lapangan, mereka akan berjuang habis-habisan demi lambang klub yang mereka bela.

Semua bermula pada Agustus 2022, saat Lulinha, winger asal Brasil yang membela Madura United, kembali mencatatkan namanya di papan skor. Pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (14/8/2022), Lulinha mencetak gol penting yang membawa Madura United menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2. Gol tersebut tidak hanya mengantarkan Lulinha sebagai top skor sementara Liga 1 Indonesia 2022 dengan koleksi 5 gol, tetapi juga menjadi momen emosional bagi pemain asal Brasil itu.

Namun, selebrasi Lulinha kala itu tidak seperti biasanya. Setelah mencetak gol, ia mengangkat jersey timnya, tetapi yang ia bawa bukanlah miliknya sendiri, melainkan jersey Malik Risaldi, winger Timnas Indonesia yang saat itu masih membela Madura United dan harus absen di pertandingan tersebut. Selebrasi itu langsung menarik perhatian para penonton dan suporter di stadion.

Gol tersebut ternyata dipersembahkan Lulinha untuk sahabatnya, Malik Risaldi, yang saat itu sedang absen karena harus menjaga buah hatinya yang baru lahir dan tengah sakit. “Gol tersebut saya persembahkan untuk sahabat saya, Malik Risaldi, yang sedang menjaga buah hatinya yang baru lahir dan sedang sakit,” ujar Lulinha dengan nada penuh emosi usai pertandingan.

Ia menambahkan, "Cepat sembuh teman. Segera kembali ke tim. Kami semua membutuhkanmu. Dan get well soon untuk buah hatinya.” Momen ini menjadi salah satu pemandangan langka di dunia sepak bola profesional, di mana rivalitas di lapangan tetap diiringi oleh persahabatan yang kuat di luar lapangan.

Kedekatan antara Malik Risaldi dan Lulinha sudah terjalin sejak lama. Meskipun mereka berasal dari latar belakang budaya dan negara yang berbeda, keduanya memiliki chemistry yang kuat baik di dalam maupun di luar lapangan. Lulinha, dengan pengalaman internasionalnya sebagai pemain Brasil yang pernah berlaga di berbagai liga top, selalu memberikan dukungan dan inspirasi kepada Malik Risaldi, yang merupakan bintang muda lokal sepak bola Indonesia.

Setelah laga emosional tersebut, persahabatan mereka tidak berakhir di situ. Namun, situasi berubah di musim 2024/2025. Kini, dua sahabat tersebut dipisahkan oleh Jembatan Suramadu, simbol penghubung antara Surabaya dan Madura. Malik Risaldi memilih untuk bertahan di Persebaya Surabaya, sementara Lulinha yang sempat hengkang dari Madura United, namun kemudian kembali lagi pada musim ini.

Meski berpisah klub, hubungan mereka tetap erat. Keduanya sering terlihat saling berkomunikasi di luar lapangan, berbagi pengalaman dan kisah tentang perjalanan karier masing-masing. Malik Risaldi, yang sudah mencetak dua gol untuk Persebaya Surabaya di musim 2024/2025, tetap menjaga komunikasi dengan Lulinha, yang telah mencetak tiga gol untuk Madura United di musim yang sama.

Meskipun persahabatan mereka tetap kokoh di luar lapangan, ketika bertemu di dalam lapangan, Malik Risaldi dan Lulinha akan bersaing dengan penuh profesionalisme. Kedua pemain ini paham betul bahwa ketika peluit wasit berbunyi, lambang klub di dada mereka adalah yang terpenting. Mereka akan berjuang mati-matian untuk memberikan yang terbaik bagi tim yang mereka bela, meski harus berhadapan dengan sahabat sendiri.

Kisah persahabatan Malik Risaldi dan Lulinha memberikan pelajaran berharga bahwa meskipun persaingan di lapangan begitu ketat, hubungan antar pemain di luar lapangan tetap bisa dijaga dengan baik. Mereka adalah contoh bagaimana rivalitas profesional di lapangan tidak harus mengorbankan hubungan personal yang positif.

Di dunia sepak bola, persahabatan antara dua pemain yang berasal dari klub yang berbeda jarang terdengar. Namun, kisah Malik Risaldi dan Lulinha membuktikan bahwa sepak bola lebih dari sekadar persaingan. Sepak bola juga tentang nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan dukungan antarteman.

Dalam setiap pertemuan antara Persebaya Surabaya dan Madura United, kisah ini akan selalu menjadi latar belakang yang menghangatkan hati para suporter. Rivalitas kedua klub yang terpisah oleh Jembatan Suramadu ini seolah menjadi simbol bagaimana jarak dan persaingan tidak bisa memisahkan persahabatan yang sudah terjalin erat.

Meski kini terpisahkan oleh jarak dan berjuang di klub yang berbeda, kisah persahabatan Malik Risaldi dan Lulinha tetap menjadi salah satu cerita inspiratif di dunia sepak bola Indonesia. Ketika dua sahabat bertemu di lapangan sebagai lawan, mereka akan bertarung dengan penuh profesionalisme. Namun, di luar lapangan, mereka tetap sahabat yang saling mendukung dan menguatkan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore