Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster punya rekor manis saat hadapi PSM Makassar. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan setelah kalah dari Persib Bandung di pekan ke delapan, Liga 1 2024-2025.
Kekalahan 0-2 tersebut tidak hanya menghentikan rekor tak terkalahkan Persebaya Surabaya, tetapi juga memicu diskusi di kalangan netizen, terkait taktik yang diterapkan oleh pelatih Paul Munster.
Sebagian kalangan menilai bahwa Paul Munster minim taktik, meskipun memiliki skuad yang disebut cukup mumpuni. Komentar tersebut makin mengemuka setelah Persebaya Surabaya harus merelakan posisi puncak klasemen direbut oleh Bali United pasca kekalahan di Bandung.
Paul Munster yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya sejak awal musim ini, membawa harapan besar bagi Green Force. Namun, beberapa kritikan muncul terkait filosofi dan sistem bermainnya yang dianggap kurang fleksibel.
Meski begitu, data menunjukkan bahwa Paul Munster bukanlah pelatih yang kaku dalam menerapkan taktik, melainkan cukup adaptif sesuai dengan situasi di lapangan.
Salah satu fakta menarik dari sistem bermain Persebaya Surabaya di bawah Paul Munster adalah penggunaan dua formasi yang berbeda.
Formasi utama yang sering digunakan Munster adalah 4-3-3 Defending, yang telah diterapkan dalam enam pertandingan. Sedangkan formasi 4-3-3 Attacking hanya digunakan dalam dua pertandingan, terutama saat melawan tim yang dianggap lebih lemah.
Dalam pertandingan melawan PSS Sleman pada pekan pertama, Munster menggunakan formasi 4-3-3 Defending. Meski Persebaya Surabaya mendominasi penguasaan bola dengan 57%, mereka bermain lebih defensif dan fokus menjaga keseimbangan tim.
Hasilnya, Persebaya Surabaya meraih kemenangan 1-0 dengan xG (expected goals) 1.87, jauh lebih tinggi dari PSS yang hanya mencatatkan 0.28.
Lain halnya pada pekan kedua ketika Persebaya Surabaya bertandang ke Malut United FC. Meski penguasaan bola lebih besar, Munster tetap memilih sistem bertahan.
Persebaya Surabaya gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang 0-0, sementara xG Persebaya Surabaya berada di angka 1.05, lebih rendah dibandingkan Malut United yang mencatatkan 2.20.
Sistem menyerang yang diterapkan Munster baru muncul pada pekan ketiga saat Persebaya Surabaya menjamu Barito Putera. Dengan formasi 4-3-3 Attacking, Persebaya Surabaya bermain lebih agresif dan mencetak kemenangan 2-1.
Penguasaan bola Persebaya Surabaya mencapai 58%, dan xG mereka melesat hingga 3.51, menunjukkan betapa dominannya mereka dalam menciptakan peluang.
Namun, penggunaan sistem menyerang ini tidak selalu konsisten. Dalam pertandingan melawan Persita Tangerang di pekan keempat, Munster kembali memilih bermain defensif.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
