Paul Munster sudah menyiapkan agenda rahasia untuk makin merekatkan chemistry pemain Persebaya Surabaya. (X/@persebayaupdate)
JawaPos.com - Paul Munster memulai musim Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan gemilang bersama Persebaya Surabaya, mencatatkan rekor start terbaik sepanjang sejarah klub di Liga 1 Indonesia. Dalam tiga laga awal, Green Force berhasil mengumpulkan 7 poin—sebuah pencapaian yang tak hanya memberikan harapan besar bagi para Bonek, tetapi juga mengukir sejarah baru bagi Persebaya Surabaya di era Liga 1 Indonesia. Mungkinkah ini pertanda Persebaya Surabaya bakal mengangkat trofi juara di akhir musim?
Sejak Persebaya Surabaya kembali berkompetisi di Liga 1 Indonesia pada tahun 2018, mereka kerap kesulitan di awal musim. Laju lamban yang sering disebut sebagai mesin diesel yang sering “telat panas” selalu menjadi ciri khas tim. Namun, musim ini Paul Munster tampaknya berhasil membawa perubahan besar. Dalam tiga pertandingan awal, Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan PSS Sleman, bermain imbang melawan Malut United, dan meraih kemenangan dramatis melawan Barito Putera. Hasil ini membuat Paul Munster dan skuadnya berada di posisi yang kuat di papan klasemen.
Menurut data dari Transfermarkt, 7 poin yang diraih musim ini menjadi raihan terbaik Persebaya Surabaya dalam tiga laga awal sejak mereka berkompetisi di Liga 1 Indonesia. Sebelumnya, mereka hanya mampu meraih 4 poin di musim 2018 (1 menang, 1 imbang, 1 kalah), 2 poin di musim 2019 (2 imbang, 1 kalah), dan bahkan 1 poin pada musim 2020(1 kalah) yang sempat terhenti karena pandemi. Dengan catatan ini, Paul Munster berhasil mencatatkan start terbaik bagi tim kebanggaan Surabaya tersebut.
Meski begitu, tidak sedikit kritik yang diarahkan kepada gaya permainan Persebaya Surabaya di bawah asuhan Paul Munster. Banyak yang menyebutkan bahwa permainan Green Force kali ini kurang atraktif, dengan minimnya aliran bola dari kaki ke kaki yang menjadi identitas khas Persebaya Surabaya selama ini. Namun, Paul Munster tampaknya lebih fokus pada hasil akhir daripada estetika permainan. Dalam pertandingan terakhir melawan Barito Putera, Persebaya Surabaya harus berjuang hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan. Gol Mohammed Rashid di menit terakhir menjadi penentu kemenangan, meski Persebaya Surabaya menghadapi 10 pemain Barito Putera.
Kritikan terhadap gaya bermain Persebaya Surabaya juga merujuk pada kesulitan tim dalam mencetak gol. Bruno Moreira, Flavio Silva, dan Mohammed Rashid menjadi tumpuan di lini depan, namun sampai saat ini Persebaya Surabaya masih kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang. Paul Munster sendiri mengakui bahwa timnya masih harus bekerja keras dalam hal penyelesaian akhir, namun ia percaya pada kemampuan para pemainnya.
“Saya percaya pada tim ini, saya percaya pada pemain saya, dan saya percaya pada diri saya sendiri. Ini bukan tentang saya, ini tentang para pemain yang telah menerima instruksi dengan baik dan memberikan yang terbaik di lapangan,” ungkap Paul Munster.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga mengungkapkan bahwa kepercayaan antara dirinya dan para pemain adalah kunci keberhasilan Persebaya Surabaya sejauh ini. Ia memberikan kepercayaan penuh kepada semua pemainnya, termasuk Ernando Ari, kiper andalan tim yang sempat melakukan kesalahan di laga melawan Barito Putera namun bangkit kembali dengan penampilan solid.
“Ernando adalah kiper terbaik di liga. Saya mempercayainya, seperti saya mempercayai semua pemain saya. Dengan kepercayaan yang kuat ini, para pemain akan berlari menembus tembok demi saya,” tegas Paul Munster.
Paul Munster juga menegaskan bahwa mentalitas kemenangan harus menjadi fondasi utama bagi seluruh pemain. Filosofi sepak bola yang ia terapkan bukan hanya tentang bermain cantik, tetapi lebih pada bagaimana tim bisa meraih kemenangan di setiap pertandingan.
“Sepak bola (pertandingan) kadang indah, kadang tidak. Namun mentalitas kami adalah untuk menang. Kami selalu memiliki peluang, dan ini adalah tentang penyelesaian akhir,” ujar Paul Munster.
Persebaya Surabaya di bawah Paul Munster tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga pada bagaimana menciptakan peluang dan bertahan dengan disiplin. Meski beberapa pertandingan terlihat sulit, Paul Munster percaya bahwa timnya akan terus berkembang dan menjadi lebih solid seiring berjalannya waktu.
Catatan ini pun membuat para Bonek optimistis bahwa musim ini bisa menjadi tahun yang spesial bagi Persebaya Surabaya. Start impresif ini memberikan fondasi kuat untuk bersaing di papan atas klasemen Liga 1 Indonesia, meski perjalanan masih panjang. Paul Munster sendiri yakin bahwa jika para pemainnya tetap fokus dan menjaga konsistensi, mereka memiliki peluang besar untuk mengangkat trofi di akhir musim.
Melihat catatan awal musim Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia sejak 2018, jelas terlihat bahwa 7 poin di tiga laga awal Liga 1 Indonesia 2024/2025 adalah pencapaian terbaik. Sebelumnya, Green Force selalu kesulitan di awal musim, seperti yang terjadi pada musim 2019 ketika mereka hanya meraih 2 poin dari tiga laga, atau musim 2020 ketika mereka hanya mampu meraih 1 poin sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi. Peningkatan drastis di bawah Paul Munster memberikan harapan baru bagi tim.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
