Riswan Lauhin jadi pemain paling banyak koleksi kartu pelanggaran, baik kartu kuning maupun kartu merah, kondisi ini tentu harus jadi alarm bagi tim pelatih Persebaya Surabaya.
JawaPos.com - Persebaya Surabaya, klub yang identik dengan semangat juang dan penuh gairah, menghadapi tantangan baru di musim 2023. Bukan hanya tentang gol dan assist, tetapi juga tentang kartu kuning dan merah yang berkibar di lapangan. Dalam sorotan kali ini, kita akan mengulas pemain-pemain yang mendominasi statistik kartu untuk Green Force.
Riswan Lauhin, Magnet Kartu Kuning
Riswan Lauhin, berusia 25 tahun, tampaknya menjadi magnet bagi kartu kuning. Dengan 13 penampilan, pemain ini berhasil mengumpulkan kartu kuning sebanyak 12 kali. Statistik ini mencerminkan gaya permainannya yang penuh tantangan, tetapi juga membawa risiko akumulasi kartu di lapangan hijau.
Ripal Wahyudi, Rekor Kartu Kuning dan Kartu Merah
Ripal Wahyudi, pemain berusia 23 tahun, tidak hanya mengoleksi kartu kuning tetapi juga mencatatkan dirinya dengan kartu merah. Dalam 19 penampilannya, Wahyudi menerima 4 kartu kuning dan 1 kartu merah. Statistik ini menciptakan ketegangan dalam permainan dan mengundang pertanyaan tentang kendali diri dan keputusan di lapangan.
Kasim Botan, Tantangan Kasar di Lapangan
Kasim Botan, berusia 26 tahun, juga menjadi bagian dari pemain yang kerap terkena kartu. Dengan 18 penampilan, Botan mengumpulkan 2 kartu kuning. Meskipun angka ini tidak setinggi pemain lain, namun tetap menjadi catatan bahwa permainannya memiliki unsur tantangan yang cukup.
M. Iqbal dan Aditya Arya, Pemain Muda yang Perlu Waspada
Meskipun masih muda, M. Iqbal (23 tahun) dan Aditya Arya (19 tahun) juga tercatat dalam statistik kartu. Iqbal, dengan 7 penampilan, mendapat 4 kartu kuning. Sementara Arya, yang hanya bermain selama 57 menit, mendapatkan 1 kartu kuning. Ini menciptakan catatan peringatan bahwa pemain muda juga perlu menjaga kendali di lapangan.
Tantangan Bagi Pelatih, Mengelola Disiplin di Lapangan
Statistik kartu ini tidak hanya menciptakan catatan individual, tetapi juga menjadi tantangan bagi pelatih Persebaya Surabaya. Pengelolaan disiplin di lapangan adalah kunci untuk memastikan bahwa pemain dapat bermain dengan efektif tanpa terbebani oleh sanksi kartu.
Menggali Hikmah dari Setiap Kartu
Sementara beberapa pemain mencatatkan diri dengan kartu kuning dan merah, hal ini dapat dianggap sebagai bagian dari dinamika permainan sepakbola. Pemain dan tim dapat menggali hikmah dari setiap kartu yang diterima, memperbaiki strategi dan menjaga kendali emosi di lapangan.
Alarm untuk Perbaikan

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
