Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19.16 WIB

Imbas Kericuhan, PSSI Ancam Kembali Larang Kehadiran Suporter Tamu

Bus Persib Bandung alami insiden di Thailand (dok. @liga1hub) - Image

Bus Persib Bandung alami insiden di Thailand (dok. @liga1hub)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan waktu satu pekan kepada I.League selaku operator kompetisi dan klub untuk menyepakati langkah konkret guna meningkatkan keamanan suporter. Ia bahkan mengancam kembali larangan suporter tandang jika kericuhan dan aksi penyerangan antasuporter masih terjadi. 

Ancaman tersebut disampaikan setelah dua insiden penyerangan terjadi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Rombongan Persib Bandung U-18 diserang oleh oknum suporter di Batang, Jawa Tengah, sedangkan bus suporter Persija Jakarta yang tergabung dalam Jakmania Cikampek menjadi sasaran pelemparan benda keras di Tol Palikanci, Jawa Barat. 

"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi, ya jangan-jangan tidak ada lagi, ya suporter away lagi," kata Erick saat ditemui wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (14/10).

Erick menegaskan klub dan operator memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan suporter, terutama ketika pertandingan yang melibatkan pendukung tim tamu. Menurutnya, kebijakan suporter tandang harus diimbangi dengan komitmen seluruh pihak untuk menjaga keamanan baik di dalam maupun luar lapangan. 

"Tentu konteks itu satu hal, konteks yang lain ketika terjadi penyerangan, ya, apakah yang suporter oknum, saya tidak mau bicara suporter, oknum suporter menyerang sebuah bis, ya, yang saya lihat itu sudah menjurus kriminalitas," ujarnya.

Erick juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pemain muda yang berlaga di kompetisi EPA. Menurutnya, seluruh klub harus menjamin keamanan para pemain ketika melakukan perjalanan untuk bertanding di markas lawan.

"Nah, ini harus kita proteksi, ya, apalagi yang diserang Elite Pro Akademi, ya, yang mungkin masa depan pembinaan pemain kita, dan saya tidak bicara ini Elite Pro Akademi klub mana, semua klub kita harus lindungi karena mereka kan bertanding juga ke klub-klub lain. Nah, ini kita harus lindungi," terang Erick.

Selain itu, Erick juga akan mendorong sanksi pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menjaga suporternya. Ia menegaskan langkah tegas diperlukan agar kekerasan tidak kembali terjadi.

"Dan saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," ucap Erick.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore