
Pesepakbola putri Jepang, Aya Miyama memberikan pelatihan di sesi coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di Cijantung, Jakarta Timur. (Istimewa)
JawaPos.com - Dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, melakukan sesi coaching clinic di KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut diikuti 74 pesepakbola putri berusia 10-13 tahun dari Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Para peserta mendapat materi teknik dasar, koordinasi fisik hingga simulasi pertandingan selama 90 menit.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran Iwabuchi dan Miyama diharapkan memberi gambaran nyata mengenai proses pengembangan pemain sejak usia dini hingga mencapai level internasional.
“Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model. Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa. Aya dan Mana membuktikan bahwa sepak bola yang mereka tekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten akan memetik hasil luar biasa seperti mendapatkan medali Olimpiade dan Juara Piala Dunia Wanita FIFA,” ujar Teddy.
Dalam sesi latihan, peserta menjalani sejumlah drill seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, step work, kontrol bola, dan teknik yang diterapkan dalam situasi pertandingan. Mereka kemudian dibagi menjadi delapan tim untuk menjalani simulasi pertandingan di empat lapangan, dengan Iwabuchi dan Miyama turut bergabung dalam rotasi permainan.
Iwabuchi menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar yang terus diasah sejak usia dini.
“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat, ada power, dan mereka sangat enjoy untuk bermain sepak bola dan saya kira itu sangat bagus. Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang. Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari, mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,” ujar penyerang yang mengawali karirnya di Nippon TV Beleza tersebut.
Sementara itu, Miyama menilai perkembangan pemain muda juga sangat dipengaruhi lingkungan yang mendukung serta kesempatan mengikuti kompetisi secara berkelanjutan.
“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya. Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk lingkungan untuk bisa mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia. Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ucap mantan kapten timnas Jepang tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022