
ilustrasi suporter PSS Sleman. (Istimewa)
JawaPos.com - Kembalinya PSS Sleman ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia turut membawa cerita dari para pendukungnya.
Salah satunya datang dari Nur Fajar dan rekan-rekannya yang rela menempuh perjalanan 704 kilometer dari Klaten menuju Gianyar, Bali.
Perjalanan tersebut dilakukan untuk mengawal PSS pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 menghadapi Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9).
Musim ini menjadi momen penting bagi PSS setelah sebelumnya menjalani kompetisi Championship 2025/2026.
Kembalinya perjalanan tandang bagi suporter juga menjadi kesempatan bagi PSS Fans untuk kembali hadir langsung di stadion ketika tim kesayangan mereka bermain di luar kandang.
Nur Fajar menjadi salah satu suporter yang memanfaatkan kesempatan tersebut.
Baca Juga:Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Persebaya Pulang ke Surabaya Naik Bus dan Kereta Api
Bersama sejumlah rekannya, dia berangkat dari Klaten menuju Bali dengan menggunakan kereta sebelum melanjutkan perjalanan hingga Gianyar.
Jarak yang mencapai ratusan kilometer tidak membuat mereka mengurungkan niat.
Bagi Nur Fajar, perjalanan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk terus mendampingi PSS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022