
Malut United dikabarkan mengajukan pergantian nama menjadi Jateng United FC dan berencana memindahkan home base ke Stadion Jatidiri Semarang untuk musim 2026/2027. (Instagram/@malutunitedfc)
JawaPos.com — Malut United dikabarkan akan berganti nama menjadi Jateng United FC dan memindahkan home base ke Stadion Jatidiri, Semarang, menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Jika terealisasi, keputusan ini berpotensi mengubah peta persaingan sepak bola nasional sekaligus memunculkan tanda tanya besar terkait masa depan penggunaan Stadion Jatidiri yang selama ini identik dengan PSIS Semarang.
Perubahan tersebut terungkap melalui surat bernomor 25/MMS-MUtd/VI/2026 yang dikirim kepada PSSI terkait pengajuan pergantian nama klub dan perpindahan markas.
Surat itu ditandatangani Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera Dirk Soplanit bersama Direktur Zainuddin Umasangadi.
Mengapa Malut United Ingin Berganti Nama dan Pindah Markas?
Manajemen Malut United menyebut keputusan tersebut lahir dari evaluasi internal yang melibatkan pengurus badan hukum serta manajemen klub.
Hasil evaluasi itu mengarah pada perubahan identitas klub sekaligus perpindahan domisili dari Maluku Utara ke Jawa Tengah.
Dalam surat yang dikutip Radar Jogja pada Sabtu (20/6/2026), manajemen menjelaskan perubahan tersebut telah menjadi kesepakatan internal.
Mereka berencana meninggalkan Stadion Gelora Kie Raha dan menjadikan Stadion Jatidiri sebagai kandang baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022