
Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk saat pertandingan melawan Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan positif saat menghadapi Oman dalam laga Jumat (5/6) malam. Penampilan tersebut bahkan dinilai sebagai yang terbaik sejak tim ditangani pelatih asal Kanada John Herdman.
Meski baru menjalani tiga pertandingan bersama skuad Garuda, sejumlah perubahan yang dilakukan John Herdman mulai terlihat jelas, terutama dari sisi organisasi permainan dan pendekatan taktik yang diterapkan. Timnas Indonesia tampil lebih terstruktur, baik ketika menguasai bola maupun saat melakukan transisi bertahan.
Salah satu perubahan paling mencolok dari Timnas Indonesia adalah keputusan memainkan dua gelandang tengah murni secara bersamaan. Skema ini membuat keseimbangan tim lebih terjaga dibanding beberapa pertandingan sebelumnya. Distribusi bola dari lini tengah berjalan lebih lancar, sementara area pertahanan juga mendapatkan perlindungan yang lebih baik.
Kehadiran dua gelandang dengan tugas yang jelas membuat setiap lini bekerja lebih efektif. Pemain tidak lagi terlihat saling tumpang tindih dalam menjalankan peran, sehingga alur permainan Indonesia tampak lebih rapi dan terorganisasi.
Di sektor belakang, eksperimen menarik dilakukan terhadap Rizky Ridho. Bek yang selama ini dikenal solid dalam bertahan diberi kebebasan lebih untuk membantu serangan dari sisi kanan.
Peran baru tersebut memberikan variasi dalam pola permainan Indonesia tanpa mengurangi kontribusinya saat bertahan. Perubahan lain yang cukup menarik terlihat di lini depan. Indonesia tidak memainkan penyerang murni sebagai ujung tombak.
Baca Juga:Aksi Jenderal Lapangan Tengah Bagian Paling Menarik dari Piala Dunia, Portugal Paling Komplet
Sebaliknya, Ole Romeny lebih sering turun ke area tengah untuk membuka ruang dan membantu proses pembangunan serangan. Pergerakan Ole membuat permainan Garuda terlihat lebih hidup. Dia mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan dengan baik, sekaligus memberikan opsi tambahan bagi rekan-rekannya.
Menariknya, meski lebih sering bergerak jauh dari kotak penalti, naluri mencetak golnya tetap terjaga. Beberapa peluang berhasil dikonversi menjadi gol penting bagi Indonesia.
Meski demikian, performa tim belum sepenuhnya sempurna. Masih terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi, mulai dari konsistensi permainan hingga efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
