
Kapten timnas Argentina Lionel Messi. (Dok. Lionel Messi)
JawaPos.com - Final Piala Dunia 2026 masih menjadi bahan perbincangan di kalangan pecinta sepak bola dunia. Bukan hanya karena kekalahan Argentina dari timnas Spanyol, tetapi juga munculnya berbagai unggahan di media sosial yang menyoroti sejumlah kejadian yang dinilai tidak biasa sepanjang pertandingan.
Dalam beberapa hari terakhir, narasi mengenai 14 kejanggalan yang dialami Argentina ramai dibagikan. Berbagai teori pun bermunculan, mulai dari dugaan strategi yang aneh hingga spekulasi adanya campur tangan pihak tertentu.
Meski demikian, seluruh klaim tersebut hingga kini belum pernah dibuktikan secara fakta. Salah satu hal yang paling banyak disorot adalah absennya keluarga Lionel Messi di tribun stadion saat laga final.
Baca Juga:FIFA Sukses Jual Habis Rumput Final Piala Dunia, Harga Memorabilia Tembus Rp 53 Juta per Unit
Selain itu, Presiden Argentina yang sebelumnya disebut akan hadir juga tidak terlihat menyaksikan pertandingan secara langsung. Perhatian publik juga tertuju pada Diego Simeone. Pelatih Atletico Madrid itu diketahui beberapa kali hadir mendukung Argentina selama turnamen berlangsung, tetapi justru tidak tampak di laga puncak.
Dari sisi permainan, Argentina dinilai tampil jauh di bawah performa biasanya. Lautaro Martinez hampir tidak mendapat menit bermain maupun sorotan kamera. Enzo Fernandez menerima dua kartu kuning hingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat, sementara Lisandro Martinez dan Cristian Romero mengalami cedera yang memaksa perubahan komposisi tim.
Keputusan pergantian pemain yang dilakukan pelatih Lionel Scaloni juga memunculkan tanda tanya. Banyak pendukung menilai strategi yang diterapkan berbeda dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Baca Juga:Morgan Rogers Resmi Berseragam Chelsea, Pernyataan soal Arsenal Langsung Memancing Reaksi Fans
Statistik pertandingan ikut menjadi bahan diskusi. Argentina disebut gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama waktu normal. Hingga pertandingan berakhir setelah babak tambahan, mereka hanya mampu menghasilkan dua tembakan ke arah gawang.
Di sisi lain, Spanyol mendominasi jalannya pertandingan dengan hampir 800 operan, sedangkan Argentina tidak mencapai 300 operan. Penguasaan bola Argentina yang mudah hilang juga menjadi sorotan. Berkali-kali mereka berhasil merebut bola, tetapi tidak lama kemudian kembali kehilangan penguasaan sehingga kesulitan membangun serangan.
Di luar lapangan, publik juga memperbincangkan momen ketika Cristian Romero tidak berjabat tangan dengan Donald Trump serta kabar bahwa sejumlah pemain Argentina, termasuk Lionel Messi, Julian Alvarez, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Lautaro Martinez, dan Lisandro Martinez, belum kembali ke Argentina setelah turnamen usai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022