Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Mei 2026 | 21.37 WIB

Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji! 

Tim dan ofisial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara Super League 2025 -2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). (Taofik Achmad Hidayat/ Radar Bandung) - Image

Tim dan ofisial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara Super League 2025 -2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). (Taofik Achmad Hidayat/ Radar Bandung)

JawaPos.com - Persib Bandung mengungkap penyebab mereka bisa masuk dalam FIFA Registration Ban List atau daftar larangan untuk mendaftarkan pemain baru. Manajemen tim berjuluk Pangeran Biru itu menegaskan bahwa sanksi disiplin tersebut didapat bukan karena masalah tunggakan gaji pemain.

Secara mengejutkan, nama Persib Bandung masuk dalam daftar FIFA Registration Ban yang berlaku pada Jumat (29/5/2026). FIFA tidak menyebutkan pelanggaran apa yang dilakukan oleh skuad Pangeran Biru. Namun biasanya, sanksi disiplin seperti itu didapat karena adanya pelanggaran sengketa keuangan atau pelanggaran regulasi.

Hukuman kepada Persib Bandung itu terulis 'Until Lifted', yang berarti tanpa batas waktu tertentu. Sanksi baru akan hilang jika pihak terlapor menyelesaikan masalahnya. Jadi, untuk sekarang ini, Pangeran tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi musim depan sampai hukuman itu dicabut.

Manajemen Persib Bandung pun langsung memberikan respons cepat terkait kabar kurang sedap tersebut. Mereka mengungkapkan telah mengetahui akar permasalahan yang membuat nama klub kebanggaan Bobotoh tersebut bisa masuk dalam daftar banned FIFA.

Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, mengungkapkan bahwa sanksi disiplin tersebut didapat timnya akibat sengketa administrasi mantan pemain asingnya, yakni Daisuke Sato pada tahun 2023 lalu.

"Menanggapi informasi mengenai status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA yang saat ini beredar di publik, kami ingin menyampaikan bahwa PERSIB telah mengetahui dan mengikuti proses terkait perkara ini sejak awal," kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat.

"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain PERSIB, Daisuke Sato, pada tahun 2023," terangnya.

Dengan tegas, Adhitia membantah bahwa hukuman tersebut didapat Persib Bandung karena masalah tunggakan gaji pemain. Sebab seperti yang sudah-sudah, biasanya sebuah klub mendapat hukuman seperti itu karena adanya masalah tunggakan gaji.

"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," jelas Adhitia.

"Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, PERSIB senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub," lanjutnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore