
Pelatih Dewa United Jan Olde. (Dewa United)
JawaPos.com - Pelatih kepala Dewa United Banten FC Jan Olde Riekerink memberikan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan tim sepanjang kompetisi BRI Super League 2025/26. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kegagalan meraih banyak poin di awal musim menjadi faktor utama yang membuat Dewa United sulit bersaing di papan atas klasemen.
Riekerink menilai persoalan terbesar yang dihadapi timnya saat kompetisi baru dimulai adalah komposisi skuat yang belum ideal. Situasi itu membuat performa tim tidak stabil dalam beberapa pekan pertama musim ini.
Meski begitu, dia melihat perubahan signifikan setelah jeda kompetisi dan dibukanya bursa transfer paruh musim. Kehadiran sejumlah pemain baru serta meningkatnya persaingan internal dinilai mampu mendongkrak performa tim secara perlahan.
”Saya rasa di awal musim masalah terbesar kami memang ada pada komposisi skuat. Itu sudah beberapa kali saya sampaikan sebelumnya,” ujar Riekerink dalam konferensi pers menjelang laga terakhir musim ini.
Pelatih berpengalaman yang pernah menangani Galatasaray tersebut juga menyoroti perkembangan positif yang ditunjukkan anak asuhnya dalam beberapa bulan terakhir. Menurut dia, Dewa United termasuk salah satu tim dengan performa terbaik jika melihat catatan pertandingan di putaran kedua kompetisi.
Dia menyebut performa tim mengalami peningkatan cukup tajam, terutama dalam 20 pertandingan terakhir sebelum menghadapi Persis Solo. Dalam periode tersebut, Dewa United bahkan mampu bersaing di papan atas klasemen sementara performa.
Kebangkitan tim juga tidak lepas dari kontribusi sejumlah pemain penting seperti Egy Maulana Vikri yang tampil konsisten sepanjang paruh kedua musim. Persaingan sehat di dalam tim disebut menjadi salah satu faktor yang membantu pemain berkembang lebih baik.
Riekerink kemudian mengibaratkan perjalanan Dewa United musim ini seperti sebuah siklus kehidupan. Menurut dia, kesalahan kecil di awal perjalanan bisa berdampak besar terhadap hasil akhir.
Dia menegaskan bahwa kegagalan mengumpulkan poin maksimal sejak pekan-pekan awal menjadi pelajaran penting bagi tim untuk menghadapi musim berikutnya. Meski demikian, mantan pelatih akademi Ajax Amsterdam itu tetap mengapresiasi mentalitas pemain yang mampu bangkit dan menjaga ambisi hingga akhir musim.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022