
Persib Bandung vs Persija Jakarta saat pertandingan Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (Taofik Achmad Hidayat)
JawaPos.com - Kekecewaan atas keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memindahkan lokasi pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung diutarakan oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Ferry Indrasjarief. Bersama suporter Persija Jakarta, The Jakmania, Persija Jakarta sudah menunjukkan perilaku baik sepanjang musim ini.
”Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan (The) Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus,” kata Bung Ferry saat diwawancarai usai pertemuan di Kantor Baintelkam Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Rabu (6/5).
Ferry menyebut, sepanjang musim ini nyaris tidak ada kejadian yang berarti melibatkan The Jakmania. Karena itu, keputusan memindahkan lokasi pertandingan yang semula di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sedikit banyak memantik kekecewaan. Tentu saja salah satu alasannya adalah dukungan langsung dari suporter.
”Saya komunikasi dengan Mauricio Souza, pelatih (Persija Jakarta), juga sama. Kami kecewa nggak bisa main di rumah, kami kecewa nggak bisa main di depan pendukung kami,” ujarnya.
Baca Juga:Batal di Jakarta! Laga Panas Persija vs Persib Dipindah ke Markas Borneo FC, Jakmania Boleh Hadir
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT LIB Ferry Paulus menyampaikan bahwa laga panas tersebut akan dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim). Persisnya di Stadion Segiri yang terletak di Samarinda. Pertandingan tetap dijadwalkan pada Minggu sore (10/5) pada pukul 15.30 WIB.
”Liga memutuskan (pertandingan antara Persija Jakarta vs Persib Bandung) untuk digelar di Kalimantan Timur, di Samarinda tepatnya. Waktunya sama, tanggal 10 Mei 2026, jamnya tetap 15.30 WIB,” kata Ferry kepada awak media.
Menurut Ferry, ada beberapa alasan pemindahan lokasi pertandingan antara dua klub besar di Indonesia tersebut. Salah satunya adalah pertimbangan keamanan. Termasuk rangkaian sejumlah agenda besar sepanjang Mei, khususnya yang berlangsung di Jakarta.
”Bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan di aspek sepak bola,” ujarnya.
Menurut Ferry, PT LIB selaku penyelenggara Super League punya tanggung jawab untuk ikut memastikan pertandingan yang berlangsung tidak sampai mengakibatkan terjadinya hal-hal di luar kendali. Selain itu, mereka juga punya tanggung jawab untuk mendukung agenda-agenda besar di luar liga.
PT LIB menyatakan, sudah mencoba mencari alternatif stadion lain di Jakarta dan Jawa. Namun demikian, dari seluruh stadion yang memungkinkan menghelat pertandingan liga teratas sepak bola Indonesia tersebut, tidak ada satu pun yang memenuhi aspek-aspek yang dibutuhkan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
