
Pedro Matos absen saat Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC di Derby Jawa Timur karena akumulasi kartu kuning. (Persebaya)
JawaPos.com–Kabar penting datang jelang Derby Jawa Timur. Pedro Matos dipastikan absen saat Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC. Gelandang asal Brasil itu harus menepi karena akumulasi kartu kuning yang telah mencapai batas regulasi Super League 2025/2026.
Absennya Pedro Matos terjadi di momen krusial ketika Persebaya Surabaya tengah berupaya menjaga tren positif. Laga melawan Arema FC yang akan digelar Selasa (28/4) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, diprediksi berlangsung panas.
Akumulasi kartu kuning yang diterima Pedro Matos tersebar sejak putaran pertama hingga putaran kedua. Saat masih membela Semen Padang, dia sudah mengoleksi dua kartu kuning, lalu menambah dua lagi bersama Persebaya Surabaya.
Bersama Semen Padang, kartu kuning pertama didapat saat melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-9. Kemudian kartu kedua terjadi saat menghadapi Arema FC pada pekan ke-11.
Memasuki putaran kedua bersama Persebaya Surabaya, Pedro kembali menerima kartu kuning saat melawan Bali United. Terakhir, kartu kuning keempat didapat saat menghadapi Malut United pada pekan ke-29.
Regulasi Super League 2025/2026 jelas mengatur konsekuensi dari akumulasi tersebut.
Baca Juga:Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
”Pemain yang memperoleh akumulasi 4 (empat) kartu kuning dalam 4 (empat) pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk bermain 1 (satu) kali pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai. Aturan larangan satu Pertandingan ini juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 (tiga) kartu kuning berikutnya dalam 3 (tiga) pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League,” bunyi regulasi itu.
Absennya Pedro Matos justru datang setelah Persebaya Surabaya meraih kemenangan penting 2-0 atas Malut United. Hasil tersebut mengakhiri tren negatif sekaligus memberi suntikan moral bagi tim.
Namun di balik kemenangan itu, suara kritis dari Bonek tetap mengemuka. Mereka menilai performa beberapa pemain, termasuk Pedro Matos, masih jauh dari harapan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
