
Dewa United dan Bhayangkara FC sepakat damai usai insiden tendangan kungfu di EPA U-20. (Dok. Dewa United)
JawaPos.com - Manajemen Dewa United dan Bhayangkara FC melakukan mediasi usai insiden tendangan kungfu dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20. Kedua pihak bersepakat untuk berdamai.
Mediasi tersebut berlangsung di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, Rabu (22/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menyelesaikan insiden tendangan kungfu yang terjadi pada pertandingan Dewa United U-20 versus Bhayangkara U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) lalu.
Insiden tersebut melibatkan pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, terhadap pemain Dewa United, Raka Nurholis. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, Alberto terekam jelas melancarkan tendangan kungfu ke arah punggung Rakha. Aksi brutal pemain berusia 17 tahun itu pun mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Baca Juga:Dugaan Rasisme di EPA Bikin Gerah! Erick Thohir Desak Klub dan Operator Liga Bertindak Tegas
Tapi, insiden tersebut menemukan titik cerah setelah kedua kubu melakukan mediasi. Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menyatakan bahwa pihak klub menerima permintaan maaf dari kubu lawan demi masa depan para pemain muda.
"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kita sama-sama,” kata Firman kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
“Anak-anak ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi sama-sama. Tadi juga Alberto sudah minta maaf kepada Raka," sambungnya.
Firman menambahkan bahwa pihaknya akan tetap menindaklanjuti keterlibatan staf pelatih maupun pemain yang lepas kontrol dalam laga tersebut.
"Jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya," tegasnya.
Senada dengan Firman, Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat Dewa United dalam menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia menekankan pentingnya evaluasi pembinaan bagi pemain yang masih berusia muda.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
