
Mauricio Souza gusar karena kerap dikritik terkait pemain baru Persija yang jarang dimainkan. (Dok: Persija)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, turut menyoroti insiden tendangan kungfu yang terjadi dalam pertandingan Dewa United U-20 versus Bhayangkara FC U-20 pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20. Souza mengatakan insiden tersebut adalah masalah serius dan harus direspons dengan sanksi serius.
Pertandingan Dewa United U-20 versus Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) lalu, menjadi sorotan tajam. Dalam pertandingan tersebut, Dewa United U-20 menang 2-1, namun sorotan justru tertuju pada kericuhan selepas laga.
Sorotan utama tertuju pada pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto Hengga. Dalam rekaman yang beredar luar di media sosial, Alberto terekam jelas melancarkan tendangan kungfu ke arah punggung pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis.
Baca Juga:Persija Jakarta Hadapi PSIM Yogyakarta di Bali, Eksel Runtukahu Bertekad Bawa Tiga Poin ke Ibu Kota
Insiden tendangan kungfu tersebut menyedot perhatian publik, tak terkecuali Souza. Pelatih Persija Jakarta itu menyampaikan bahwa pemain yang bersangkutan, dalam hal ini Alberto, harus mendapatkan sanksi tegas atau denda serius.
“Tentang Dewa U-20 lawan Bhayangkara, saya sedih sekali terjadi seperti itu. Sebenarnya, saya pikir harus ada itu denda serius untuk situasi seperti itu,” kata Souza, dikutip Rabu (22/4/2026).
Menurut Souza, insiden seperti tidak sepantasnya terjadi dalam sepak bola. Apalagi, kejadian tersebut terjadi di kompetisi level usia muda.
Baca Juga:Waduh! Persija Jakarta Kehilangan Satu Pemain Kunci di Laga Penting Kontra PSIM Yogyakarta
“Saya pikir tidak ada alasan pemain U-20 itu tidak ada yang namanya anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan. Dan sebenarnya sangat tidak baik kalau ada perkelahian seperti itu, bisa saja ada yang terluka dengan serius,” ujarnya.
Lebih lanjut, Souza menyebut bahwa insiden tersebut adalah masalah serius. Menurutnya, protes atau komplain dalam sepak bola adalah hal wajar. Namun seharusnya tidak dibarengi dengan tindakan fisik yang berpotensi mencederai lawan.
“Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi,” pungkas Souza.
Sementara, Alberto sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan pihak terkait atas kejadian tersebut. Ia pun harus menerima konsekuensi besar, yakni dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
