
PSIS Semarang melakukan latihan jelang laga. (Istimewa)
JawaPos.com - PSIS Semarang menghadapi tantangan serius saat bersiap melakoni laga lanjutan Pengadaian Championship musim 2025/2026 melawan Persiku Kudus.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Wergu Wetan Sabtu (11/4/2026) ini menjadi ujian penting bagi Laskar Mahesa Jenar, terutama karena kondisi tim yang tidak ideal.
Absennya tiga pemain kunci membuat pelatih harus memutar strategi. Di lini belakang, kehilangan pemain utama berdampak cukup besar terhadap stabilitas pertahanan.
Baca Juga: Paul Munster Tancap Gas! Bhayangkara FC Jaga Tren Positif Hindari Kejaran Persebaya Surabaya
Selain itu, sektor penjaga gawang juga harus mengalami perubahan karena kiper utama belum bisa tampil akibat sanksi.
Situasi ini memaksa tim pelatih mengandalkan pemain pelapis yang selama ini jarang mendapat menit bermain.
Kondisi tersebut tentu bukan hal mudah, apalagi PSIS memiliki catatan kurang baik dalam beberapa pertemuan terakhir melawan Persiku Kudus. Dalam dua laga sebelumnya, mereka harus menelan kekalahan dengan selisih gol yang cukup mencolok. Catatan itu menjadi tekanan tersendiri menjelang pertandingan akhir pekan ini.
Untuk mengatasi situasi tersebut, tim pelatih fokus pada pematangan taktik dan organisasi permainan.
Perubahan komposisi pemain membuat koordinasi antar lini menjadi perhatian utama, khususnya saat bertahan.
Transisi dari menyerang ke bertahan dinilai harus lebih rapi agar tidak mudah ditembus lawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022