Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 16.51 WIB

Persebaya Hadapi Dua Masalah Sekaligus: Pertahanan Rapuh dan Sanksi Komdis PSSI

Skuad Persebaya Surabaya era pelatih Bernardo Tavares musim 2025/2026. (Persebaya) - Image

Skuad Persebaya Surabaya era pelatih Bernardo Tavares musim 2025/2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Situasi tidak mudah sedang dihadapi Persebaya Surabaya pada kompetisi super league. Setelah menelan kekalahan telak dalam pertandingan terakhir, Persebaya kini harus melakukan evaluasi besar, terutama di sektor pertahanan yang dinilai tampil kurang solid.

Hasil negatif di super league tersebut menjadi perhatian serius bagi tim pelatih di bawah Bernardo Tavares. Dalam pertandingan itu, gawang Persebaya yang dijaga Ernando Ari harus kebobolan lima gol.

Situasi ini menyoroti lemahnya koordinasi lini belakang yang membuat lawan leluasa memanfaatkan ruang. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai kekalahan tersebut bukan hanya kesalahan individu pemain. Hasil buruk di super league harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama seluruh tim.

Menurut Dia, dalam beberapa momen pertandingan terdapat kesalahan yang terjadi di lini pertahanan. Namun dia tidak ingin menyalahkan satu pemain tertentu karena hal itu dinilai dapat memengaruhi mental tim.

Pelatih asal Portugal itu juga menegaskan bahwa gaya bermain menyerang yang selama ini menjadi karakter Persebaya tetap akan dipertahankan. Meski demikian, tim pelatih akan berupaya meningkatkan keseimbangan antara lini depan dan lini belakang agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.

Saat tertinggal dalam pertandingan, Persebaya memang tetap mencoba tampil agresif untuk mengejar gol. Pendekatan ini sering membuka ruang di area pertahanan sehingga lawan memiliki peluang untuk melakukan serangan balik cepat.

Karena itu, dalam masa persiapan menjelang laga berikutnya, fokus utama tim pelatih adalah memperbaiki koordinasi pertahanan. Sekaligus meningkatkan komunikasi antar pemain di lapangan.

Di tengah proses evaluasi tersebut, Persebaya juga harus menghadapi konsekuensi lain dari pertandingan sebelumnya. Klub menerima sanksi dari PSSI melalui Komite Disiplin berupa denda sebesar Rp 250 juta.

Selain sanksi finansial, Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo juga diputuskan untuk ditutup dalam pertandingan kandang. Tribun ini dikenal sebagai salah satu titik paling ramai dukungan dari suporter.

Penutupan tribun tersebut diperkirakan akan berdampak pada atmosfer pertandingan. Dukungan langsung dari suporter selama ini menjadi energi tambahan bagi para pemain ketika bertanding di kandang.

Tidak hanya itu, potensi kerugian finansial juga muncul karena kapasitas tribun tersebut mencapai ribuan kursi yang biasanya dipenuhi penonton setiap pertandingan. Meski menghadapi berbagai situasi sulit, Persebaya tetap mendapat kabar positif dari sisi pengembangan pemain.

Klub asal Surabaya itu turut terlibat dalam program latihan bersama Timnas Indonesia U-20 yang sedang menjalani pemusatan latihan di Surabaya. Keterlibatan tim muda Persebaya dalam program tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas pemain sekaligus memberikan pengalaman bertanding dengan intensitas yang lebih tinggi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore