
Alfredo Tata jadi korban rasis setelah laga imbang Persebaya lawan Persib Bandung. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com- Persebaya Surabaya buka suara setelah Alfredo Tata menjadi korban rasisme di sosial media. Komentar rasisme didapatkannya setelah laga imbang melawan Persib Bandung pada 2 Maret lalu.
Di sosial media, Persebaya memakai tagar we stand with Tata sebagai bentuk dukungan kepada salah satu bek mudanya tersebut. Melalui pernyataan resminya, pihak klub menegaskan bahwa sepak bola adalah olahraga yang mempersatukan.
"Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. la adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola. Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan," tulis pernyataan pembuka dari Persebaya di Instagram resminya.
Persebaya sangat menentang aksi rasisme yang dilakukan oleh suporter klub lain. Bahkan, manajemen juga menentang bila rasisme dilakukan oleh suporternya sendiri yaitu Bonek.
"Karena pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kebersamaan. Bukan kebencian. Manajemen Persebaya mengutuk keras aksi Rasisme. Baik yang dilakukan suporter klub lain maupun bila itu dilakukan oleh suporter Persebaya sendiri."
Sebagai tindakan atas rasisme yang didapatkan oleh Alfredo Tata, Persebaya melapor ke APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) dan juga I League.
"Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut," tulis pernyataan penutup dari Persebaya.
Berbagai komentar dukungan mengalir untuk Alfredo Tata di unggahan pernyataan resmi Persebaya. Salah satunya datang dari eks kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan. "Semangat tata. Kamu pake jersey persebaya. No reason. Harus mental kuat, baja."
Pada laga melawan Persib, Alfredo Tata bermain pada babak kedua di menit ke-54. Bek nomor punggung 15 tersebut menggantikan peran Riyan Ardiansyah dan bermain lebih menyerang.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
