Maarten Paes saat menjalani debut bersama Ajax Amsterdam. (Dok. Ajax)
JawaPos.com–Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes mengakui keputusan membela Garuda membawa dampak besar bagi perkembangan karirnya. Tak hanya dari sisi teknis di lapangan, Paes juga merasa mengalami peningkatan signifikan dalam hal mentalitas dan kedewasaan bermain.
Maarten Paes yang kini memperkuat ajax itu menilai pengalaman bersama Timnas Indonesia memberinya tantangan berbeda dibandingkan kompetisi klub. Dalam wawancara yang dikutip dari ESPN NL, Minggu (1/3), Paes mengungkapkan bagaimana padatnya jadwal serta tekanan besar justru membentuknya menjadi pemain yang lebih matang.
”Saya rasa saya sudah siap secara pribadi. Saya menjadi jauh lebih tenang. Pengalaman di Timnas Indonesia juga melibatkan banyak perjalanan,” ujar Maarten Paes.
Dia menggambarkan beratnya agenda internasional yang harus dijalani. Perjalanan udara hingga 24 jam, lalu hanya memiliki waktu singkat untuk beradaptasi sebelum kembali bertanding, menjadi rutinitas yang harus dihadapi. Belum lagi perbedaan waktu hingga 12 jam yang memengaruhi kondisi fisik dan fokusnya.
”Penerbangan 24 jam dan dua hari kemudian bermain, lalu dua hari kemudian bermain lagi dan kemudian penerbangan 24 jam lagi,” ucap Maarten Paes.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi pelajaran berharga. Paes menyebut tekanan besar dari jutaan pasang mata yang menyaksikan laga Timnas Indonesia turut membentuk mentalnya. Dia merasa tuntutan tinggi dari publik membuatnya belajar mengendalikan emosi dan tetap fokus pada performa.
”Ada tekanan luar biasa dengan 300 juta orang yang menonton. Anda belajar banyak dari pengalaman seperti itu,” kata Maarten Paes.
Menurut Paes, perubahan terbesar yang dirasakan adalah kemampuan melihat situasi secara lebih rasional. Jika sebelumnya cenderung larut secara emosional, kini dia lebih tenang dalam mengambil keputusan di lapangan.
”Pelajaran terbesar adalah saya harus tetap jujur pada diri sendiri sebisa mungkin. Dulu saya lebih terlibat secara emosional, tetapi sekarang saya dapat melihat semuanya lebih rasional,” jelas Maarten Paes.
Dia pun menekankan pentingnya menjadi diri sendiri sebagai kunci performa terbaik. Bermain secara intuitif, menurutnya, membuat seorang pemain tampil lebih lepas dan percaya diri.
Pengalaman bersama Timnas Indonesia tak hanya memperkaya perjalanan karir Maarten Paes, tetapi juga membentuknya menjadi sosok yang lebih matang menghadapi tekanan. Di usia yang masih produktif, Paes menunjukkan bahwa tantangan besar bisa menjadi batu loncatan untuk berkembang lebih jauh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022