Duel klasik antara Persebaya Surabaya vs Persib Bandung kembali terjadi di Stadion GBT. (Persib)
JawaPos.com — Rekor 13 pertemuan Persebaya Surabaya vs Persib Bandung menjadi bayang-bayang jelang duel panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin 2 Maret 2026. Laga ini tak sekadar soal tiga poin, tetapi juga pertaruhan harga diri dan pembuktian siapa yang benar-benar layak disebut raja klasik.
Pertandingan ini menjadi ujian konsistensi Green Force sekaligus peluang Maung Bandung memperkuat posisi puncak klasemen Super League. Tekanan jelas lebih besar di kubu tuan rumah yang ingin memutus dominasi panjang rivalnya.
Head-to-head menunjukkan keunggulan Persib dengan tujuh kemenangan dari total 13 pertemuan terakhir. Persebaya Surabaya mengoleksi empat kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.
Dalam delapan pertemuan terakhir, Persib tampil dominan dengan enam kemenangan. Persebaya Surabaya hanya sekali menang dan satu kali seri dalam periode tersebut.
Momen paling berkesan bagi Green Force terjadi pada 1 Maret 2025 saat mereka membungkam Persib 4-1 di Gelora Bung Tomo. Kemenangan itu sempat memantik harapan lahirnya tren positif baru di kandang sendiri.
Namun, dominasi Maung Bandung kembali terlihat pada 12 September 2025 di Stadion GBLA. Gol tunggal kemenangan Persib dalam laga tersebut mempertegas sulitnya Persebaya Surabaya mencuri poin dari rival abadinya.
Jika ditarik lebih jauh, pertemuan kedua tim selalu menghadirkan drama. Skor besar, kartu panas, hingga atmosfer tribun yang membara menjadi menu wajib setiap kali dua kekuatan ini beradu.
Catatan statistik memperlihatkan betapa sulitnya Persebaya Surabaya menjaga konsistensi saat menghadapi Persib dalam beberapa musim terakhir.
Tren itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Bernardo Tavares yang dituntut menemukan formula berbeda.
Persib datang dengan modal lima kemenangan beruntun. Termasuk kemenangan telak 5-0 atas Madura United yang mengirim pesan tegas ke seluruh pesaing di papan atas.
Produktivitas gol menjadi pembeda mencolok. Ramon Tanque, Uilliam Barros, dan Andrew Jung tampil tajam serta konsisten mengonversi peluang menjadi gol.
Sebaliknya, performa Persebaya Surabaya masih naik turun. Dalam lima laga terakhir mereka meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.
Kemenangan atas PSM Makassar lewat gol Gali Freitas sempat mengangkat moral tim. Namun kekalahan dari Persijap Jepara dan Bhayangkara Lampung menunjukkan celah yang belum tertutup rapat.
Kabar baik datang dari kembalinya Rachmat Irianto dan Toni Firmansyah usai hukuman akumulasi kartu. Kehadiran mereka di lini tengah diharapkan menambah keseimbangan dan daya tahan permainan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
