Bernardo Tavares memimpin latihan finishing Persebaya jelang duel panas kontra Persib Bandung di Gelora Bung Tomo. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memburu momentum besar saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Super League, Senin (2/3/2026) mendatang. Namun di balik ambisi menjaga marwah Gelora Bung Tomo, terselip bayang-bayang rekor kelam Bernardo Tavares setiap kali berhadapan dengan Bojan Hodak.
Duel klasik ini bukan sekadar perebutan tiga poin bagi Green Force. Laga ini juga jadi ajang pembuktian bagi sang pelatih untuk mematahkan catatan minor yang belum pernah ia hapus.
Persebaya Surabaya datang dengan tekad meneruskan tren positif di kandang. Dukungan Bonek diprediksi kembali menjadi energi tambahan saat menghadapi pemuncak klasemen sementara Super League tersebut.
Meski begitu, pekerjaan rumah besar masih membayangi Green Force. Evaluasi paling krusial selepas laga terakhir terletak pada penyelesaian akhir yang belum maksimal.
Saat menghadapi PSM Makassar, Persebaya Surabaya mencatat 14 kreasi peluang dan melepaskan 20 tembakan. Enam di antaranya tepat sasaran, tetapi hanya satu yang berbuah gol.
Produktivitas itu jelas belum cukup untuk menaklukkan tim sekelas Persib. Apalagi Maung Bandung dikenal sebagai tim dengan lini pertahanan paling kokoh hingga pekan ke-23.
Persib baru kebobolan 11 gol sepanjang musim ini. Statistik tersebut menjadi alarm keras bagi lini depan Persebaya Surabaya yang tengah berbenah.
Tantangan kian terasa berat jika melihat rekor pertemuan pelatih. Bernardo Tavares tercatat belum pernah meraih kemenangan saat berhadapan dengan Bojan Hodak.
Berdasarkan data Transfermarkt, Bernardo Tavares 3 kali imbang dan 2 kali kalah dalam 5 pertemuan hadapi Bojan Hodak.
Saat masih menangani PSM Makassar, Tavares dua kali bermain imbang melawan Persib di Super League 2023/2024 dan 2024/2025. Selain itu, ia juga kalah 0-2 dari Persib pada ajang Piala Presiden 2024.
Catatan kurang menyenangkan juga terjadi di level Asia. Ketika menghadapi Kuala Lumpur City FC yang ditangani Hodak di AFC Cup 2022, Tavares hanya meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan telak 2-5.
Rangkaian hasil tersebut membuat rekor pertemuan keduanya belum berpihak kepada Tavares. Kini, situasinya berbeda karena ia memimpin Persebaya Surabaya yang punya karakter dan atmosfer berbeda.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan fokus utamanya tetap pada pembenahan finishing. Ia menyadari efektivitas akan menjadi kunci utama jika ingin menjungkalkan Persib Bandung.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
