
Risto Mitrevski saat merayakan golnya untuk Persebaya Surabaya di kandang Bali United. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Cerita Risto Mitrevski meledak di Gianyar jadi salah satu momen paling emosional bagi Persebaya Surabaya musim ini. Kehadiran suporter Persebaya Surabaya yang memadati tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta berubah menjadi bahan bakar yang membakar semangat Green Force hingga kutukan empat tahun di Bali runtuh.
Peluit panjang berbunyi, Risto berdiri dengan dada tegap dan raut puas yang sulit disembunyikan. Bek asal Makedonia Utara itu sadar, Persebaya Surabaya akhirnya kembali menang di Pulau Dewata setelah penantian panjang yang melelahkan.
Pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya menumbangkan Bali United dengan skor 3-1. Mihailo Perovic membuka keunggulan menit ke-26, Alfan Suaib menggandakan skor di menit ke-69, dan Mitrevski melengkapi kemenangan lewat golnya pada menit ke-73.
Gol tersebut terasa spesial bagi pemain berusia 34 tahun itu. Itu menjadi gol keduanya musim ini, dan menariknya dua-duanya lahir saat menghadapi Bali United.
Pada pertemuan pertama di Gelora Bung Tomo, Mitrevski juga mencatatkan namanya di papan skor. Saat itu, Persebaya Surabaya menang meyakinkan 5-2 dan Risto ikut memberi warna lewat kontribusinya di lini belakang sekaligus ancaman di kotak penalti lawan.
“Senang rasanya bisa mencetak dua gol ke gawang Bali, terutama saat ini, karena kami tahu Persebaya kesulitan di sini beberapa tahun terakhir,” ujar Risto.
Kalimat itu menggambarkan betapa berat beban yang mereka pikul sebelum laga dimulai. Persebaya Surabaya datang ke Bali membawa catatan empat tahun tanpa kemenangan. Catatan itu seperti bayang-bayang yang selalu mengikuti setiap lawatan dan kerap memunculkan keraguan sebelum pertandingan dimulai.
Atmosfer Stadion Dipta juga tidak pernah mudah bagi tim tamu. Tekanan dari tribun dan memori buruk masa lalu membuat laga terasa lebih dari sekadar perebutan tiga poin.
Risto mengakui laga ini menyimpan tantangan tersendiri. Bermain di kandang lawan dengan tekanan sejarah membuat kemenangan terasa berlipat nilainya.
“Itulah tantangannya, untuk menang di sini dan menghentikan catatan negatif itu. Apalagi ketika kami melihat banyaknya Bonek dan Bonita yang hadir di tribun penonton, itu memberikan kami motivasi ekstra, dan kemenangan ini untuk mereka,” tandasnya.
Kehadiran Bonek dan Bonita memang menjadi energi tambahan bagi skuad Green Force. Dukungan tanpa henti dari tribun seolah menyuntikkan keberanian saat Bali United mencoba bangkit.
Di lapangan, Mitrevski tidak hanya tampil sebagai pencetak gol penutup kemenangan. Ia juga menunjukkan peran sentral sebagai palang pintu pertahanan yang sulit ditembus.
Hingga pekan ke-20 Super League 2025/2026, Risto mencatat 11 penampilan dengan total 990 menit bermain. Dari sisi produktivitas, ia membukukan dua gol dengan expected goals (xG) 1,45 dari delapan percobaan tembakan.
Tiga dari delapan tembakannya mengarah tepat ke gawang dengan akurasi 38 persen. Catatan itu cukup impresif untuk seorang bek tengah yang fokus utamanya menjaga pertahanan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
