Ilustrasi dukungan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (Istimewa)
JawaPos.com - Persib Bandung harus kembali mendapat ujian di tengah upaya mempertahankan gelar juara Super League. Salah satunya adalah sanksi akibat ulah sejumlah oknum Bobotoh.
Dalam rilis terbaru, Komdis PSSI melalui laman resmi PSSI mengumumkan sanksi kepada para tim peserta Super League yang terbukti melanggar regulasi dari periode awal Januari, salah satunya adalah Persib.
Setidaknya ada tiga jenis pelanggaran regulasi yang merugikan Persib akibat ulah oknum Bobotoh, mulai kehadiran di markas lain sampai menyalakan petasan di tengah pertandingan.
Sanksi pertama adalah saat bertandang ke Persik Kediri pada 5 Januari lalu. Jenis pelanggarannya yaitu ada sejumlah oknum Bobotoh yang hadir di stadion untuk mendukung Maung Bandung. Akibatnya, Komdis melayangkan denda sebesar Rp 25 juta.
Lalu yang kedua adalah saat Persib menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (11/1). Laga bertajuk El Clasico Indonesia itu berakhir dengan kemenangan Maung Bandung dengan skor tipis 1-0.
Namun, tindakan non-fair play dilakukan sejumlah oknum Bobotoh yang melakukan pelemparan dalam jumlah banyak berupa air minum kemasan, plastik, serta beberapa benda lainnya ke dalam area lapangan dari Tribun Selatan dan Barat Selatan Stadion. Denda yang dikenakan pun lebih besar dari sebelumnya, yaitu sekitar Rp 30 juta.
Masih terkait dengan laga dua rival bebuyutan tersebut, selain melakukan pelemparan, oknum Bobotoh juga menyalakan petasan sebanyak tiga kali dari Tribun Utara dan dua kali dari Tribun Selatan setelah pertandingan berakhir.
Komdis pun menjatuhkan denda Rp 60 juta untuk mengganjar tindakan tersebut. Sehingga, secara total, Persib Bandung tekor hingga menembus Rp 115 juta akibat pelanggaran regulasi dalam dua pertandingan tersebut.
Hal ini tentu sangat merugikan Persib. Apalagi, saat ini, bursa transfer paruh musim Super League sedang panas-panasnya, di mana tim-tim kontestan sedang giat-giatnya berburu pemain baru.
Maka dari itu, dari kasus tersebut perlu adanya kedewasaan dari penonton. Ketika pemain dan ofisial tim Persib sudah cukup dewasa dalam menghindari pelanggaran regulasi agar terhindar dari denda, ternyata masih ada oknum Bobotoh yang justru menjadi penghambat kemajuan tim yang didukungnya dengan melakukan pelanggaran.
Sebuah klub bisa berkembang pesat berkat peran dari dukungan masif penonton fanatiknya. Namun di sisi lain, suporter fanatik malah bisa menjadi faktor penghambat kemajuan tim jika masih ada oknum-oknum yang tindakannya justru merugikan tim favoritnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
