Bek PSIM asal Argentina Franco Ramos. (Istimewa)
JawaPos.com–Laga tandang PSIM Jogja melawan Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (10/1), menyisakan cerita tersendiri bagi Franco Ramos Mingo. Bek asal Argentina itu mengalami malam yang penuh naik turun emosi sepanjang pertandingan super league.
Franco Ramos tampil sebagai salah satu figur penting dalam kemenangan PSIM Jogja atas Madura United di laga lanjutan super league. Dia sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan keras pada menit ke-63, memanfaatkan situasi tendangan sudut.
Gol Franco Ramos ke gawang Madura United bukan hanya membantu tim mengamankan keunggulan PSIM di super league. Tapi juga menjadi gol pertama sejak berkarir di Indonesia.
“Tendangan bebas jelas bukan tugas utama saya. Tapi saya selalu berusaha membantu tim saat ada tendangan bebas atau sudut,” ujar Franco usai pertandingan dikutip dari website psimjogja.id.
Kebahagiaan itu terasa semakin spesial karena PSIM Jogja mampu membawa pulang tiga poin dari kandang lawan. Lebih dari itu, gol tersebut memiliki makna emosional bagi Franco. Dia secara khusus mendedikasikannya untuk sang ibu.
“Itu sangat spesial karena membantu tim meraih tiga poin dan juga gol pertama saya di Indonesia. Saya dedikasikan gol ini untuk ibu saya, dan dia tahu itu,” tutur Franco Ramos.
Namun, euforia tersebut tak berlangsung lama. Sepuluh menit setelah mencetak gol, Franco harus menerima kartu merah pada menit ke-73. Wasit menilai dia melakukan pelanggaran terhadap pemain Madura United, keputusan yang langsung mengubah suasana hatinya.
“Ini sulit karena saya merasakan banyak emosi. Pertama kebahagiaan, lalu kesedihan. Tapi ini sepak bola dan bisa terjadi pada siapa saja,” kata pemain bernomor punggung 4 itu.
Meski sempat merasa keputusan wasit kurang tepat, Franco memilih bersikap dewasa. Dia menyadari bahwa kesalahan adalah bagian dari pertandingan.
“Saat itu saya merasa pemain Madura yang melakukan pelanggaran kepada saya dan saya masih berpikir begitu. Tapi tidak apa-apa. Semua orang bisa membuat kesalahan, termasuk wasit. Pada akhirnya kita semua manusia,” ucap Franco Ramos.
Manajemen PSIM Jogja juga telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait mengenai kartu merah tersebut. Manajer PSIM Razzi Taruna, menyebut peluang pembatalan hukuman cukup kecil.
“PSIM pasti berupaya. Tapi setelah banyak komunikasi, kelihatannya kemungkinan pembatalan kecil, kecuali ada hukuman tambahan lain,” jelas Razzi.
Akibat sanksi tersebut, Franco dipastikan absen saat PSIM menghadapi Persebaya pada 25 Januari mendatang. Meski begitu, dia menegaskan tetap siap membantu tim lewat latihan.
“Saya akan merindukan pertandingan berikutnya, tapi saya akan memberikan yang terbaik di latihan untuk membantu tim,” tandas Franco Ramos.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
