
Mihailo Perovic ungkap beratnya adaptasi jadi striker Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Total belanja Persebaya Surabaya untuk lini depan di era baru Bernardo Tavares menembus angka fantastis Rp 10,87 miliar. Investasi besar ini menegaskan keseriusan Green Force membangun kekuatan serangan dengan menghadirkan tiga striker asing yang diharapkan menjadi pembeda di Super League 2025/2026.
Jeda kompetisi putaran pertama Super League 2025/2026 dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Bernardo Tavares langsung tancap gas dengan fokus memperkuat fondasi tim agar lebih kompetitif saat liga kembali bergulir.
Masuknya sejumlah pemain baru menjadi perhatian utama tim pelatih dalam masa jeda ini. Proses adaptasi dinilai krusial agar seluruh pemain cepat menyatu dengan filosofi permainan yang diusung pelatih asal Portugal tersebut.
“Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Tavares.
Baginya, tim kuat tidak hanya bergantung pada satu atau dua bintang saja. Kedalaman skuad dan persaingan internal menjadi kunci agar performa tim tetap stabil sepanjang musim.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya.
Prinsip tersebut kini terlihat jelas di lini depan Persebaya Surabaya yang semakin padat oleh pemain asing berkualitas.
Tiga nama yakni Bruno Paraíba, Mihailo Perovic, dan Dejan Tumbas siap bersaing memperebutkan satu posisi ujung tombak.
Bruno Paraíba menjadi rekrutan paling anyar yang langsung menyita perhatian. Pemain asal Brasil ini bergabung pada 10 Januari 2026 dan diplot sebagai striker meski posisi utamanya gelandang tengah.
Dengan tinggi badan 1,89 meter, Bruno menawarkan keunggulan fisik dan duel udara yang selama ini dibutuhkan Persebaya Surabaya.
Nilai pasarnya mencapai Rp 3,04 miliar, angka yang mencerminkan kualitas dan pengalaman yang dimilikinya.
Kehadiran Bruno membuat lini depan Persebaya Surabaya semakin berwarna secara taktik. Ia bisa menjadi target man sekaligus pemantul bola bagi pemain sayap yang melakukan penetrasi.
Di sisi lain, Mihailo Perovic tetap menjadi opsi utama yang sudah lebih dulu mencicipi atmosfer kompetisi. Striker asal Montenegro ini bergabung pada 15 Juli 2025 dan mengusung gaya bermain yang lebih dinamis.
Dengan tinggi 1,80 meter, Perovic dikenal agresif dalam pergerakan tanpa bola. Nilai pasarnya paling tinggi di antara ketiganya, yakni Rp 4,35 miliar, sekaligus mencerminkan ekspektasi besar di pundaknya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
