
David da Silva bisa rusak debut Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya lawan Malut United. (Malut United)
JawaPos.com — David da Silva menjadi sorotan jelang laga krusial Super League 2025/2026. Penyerang Malut United itu tercatat sudah delapan kali membobol gawang Persebaya Surabaya, klub yang pernah dibelanya dan kini harus ia hadapi lagi.
Catatan tersebut membuat pertemuan Persebaya Surabaya kontra Malut United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 terasa semakin panas. Kedua tim akan bentrok di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1/2026), dengan aroma tensi tinggi sejak sebelum peluit awal dibunyikan.
Persebaya Surabaya tentu tidak ingin kembali menjadi korban keganasan sang mantan. Namun, statistik menunjukkan David da Silva kerap tampil buas setiap berjumpa Green Force di berbagai kesempatan.
Dalam enam pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Super League, David da Silva mencatatkan hasil impresif. Ia mengantarkan timnya meraih tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan.
Yang paling mencolok tentu kontribusi golnya.
Total delapan gol berhasil ia lesakkan ke gawang Persebaya Surabaya, sebuah rekor pribadi yang menegaskan statusnya sebagai momok menakutkan bagi lini belakang Green Force.
Situasi ini membuat laga akhir pekan nanti semakin menarik untuk disimak. David da Silva berpeluang menambah koleksi golnya, sekaligus memperpanjang catatan positif saat menghadapi mantan klubnya.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyadari betul ancaman yang dibawa Malut United. Ia menilai pertandingan nanti tidak akan berjalan mudah, mengingat kualitas skuad lawan yang dinilai sangat solid.
“Malut akan menjadi tim yang sulit karena jika kita menganalisisnya, kita melihat David Silva, pemain berpengalaman, Tyrone, Ciro, Yakob, Yance,” kata Tavares.
Pernyataan itu menegaskan David da Silva tetap menjadi fokus utama dalam persiapan Persebaya Surabaya.
Menurut Tavares, kekuatan Malut United tidak hanya bertumpu pada satu nama. Ia melihat kombinasi pemain asing dan lokal di skuad Laskar Kie Raha membuat lawan memiliki banyak opsi berbahaya di lapangan.
“Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman. Mereka juga memiliki pemain lokal yang bagus. Jadi, mereka dalam kondisi prima,” sambung pelatih asal Portugal tersebut.
Penilaian itu menunjukkan Persebaya Surabaya tidak boleh lengah sedikit pun.
Selain faktor individu pemain, rekor pertemuan juga tidak berpihak pada Persebaya Surabaya. Pada musim lalu, Green Force tak sekali pun mampu mengalahkan Malut United di kompetisi resmi.
“Tahun lalu Persebaya tidak pernah bisa mengalahkan tim ini. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” lanjut Tavares. Kalimat tersebut mencerminkan tantangan besar yang harus dihadapi tim tuan rumah.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
