
Jefferson Silva bisa jadi kepingan baru strategi Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya. (Instagram/@jeffersonsilvaoficial06)
JawaPos.com — Menguak alasan Bernardo Tavares selalu butuh bek kiri asing kembali jadi topik panas setelah Persebaya Surabaya dikabarkan tertarik merekrut Jefferson Silva. Isu ini langsung memantik diskusi karena posisi bek kiri selalu menjadi titik vital dalam skema permainan pelatih asal Portugal tersebut.
Persebaya Surabaya era baru di bawah komando Bernardo Tavares disebut mulai menyusun ulang kepingan penting untuk paruh musim Super League Indonesia 2025/2026.
Salah satu puzzle terpenting yang ingin segera dikunci adalah sektor bek kiri dengan karakter agresif dan berpengalaman.
Kabar ketertarikan Persebaya Surabaya terhadap Jefferson Silva pertama kali mencuat lewat akun media sosial khusus bursa transfer. Akun tersebut menuliskan informasi yang cukup detail dan langsung menyita perhatian Bonek.
“BREAKING NEWS 2 Pemain Asing Asal Brazil, Jefferson Silva (LB/29) Dan Bruno Paraíba (CMF/31), akan berseragam Persebaya Surabaya foot, Pada Paruh Musim BRI Super League Indonesia 2025/26. Jefferson Silva Sebelumnya bermain untuk Operário-PR Brazil (2tier). Sedangkan Bruno Paraíba sebelumnya bermain untuk Cheonan City Korea (2tier). OFFICIAL SEGERA,” tulis @transfernews__ft.
Jika rumor ini terealisasi, Jefferson Silva bukan sekadar rekrutan biasa bagi Bernardo Tavares. Bek kiri asal Brasil tersebut diproyeksikan menjadi poros permainan yang menghubungkan pertahanan dan serangan.
Rekam jejak Bernardo Tavares menunjukkan pola yang konsisten soal pilihan bek kiri. Saat menukangi PSM Makassar, ia mempercayakan sisi kiri pertahanan kepada Victor Luiz, pemain asing yang langsung menjadi tulang punggung tim.
Victor Luiz bukan hanya bek kiri dengan kemampuan bertahan solid. Ia adalah full-back modern yang sanggup berlari tanpa henti dan aktif membangun serangan dari sisi lapangan.
Statistik Victor Luiz selama membela PSM Makassar menegaskan betapa sentral perannya dalam sistem permainan. Dari 57 pertandingan, ia mencatatkan 1 gol dan 15 assist dengan total menit bermain mencapai 4.885 menit.
Kontribusi ofensif tersebut sangat jarang ditemukan pada bek kiri lokal. Kombinasi stamina, akurasi umpan, dan keberanian overlap membuat sisi kiri PSM menjadi jalur serangan paling hidup.
Heatmap performa Victor Luiz memperlihatkan dominasi penuh di sepanjang koridor kiri. Area merah pekat membentang dari garis pertahanan sendiri hingga area sepertiga akhir lawan tanpa terputus.
Heatmap Victor Luiz di PSM Makassar. (Sofascore)
Intensitas di wilayah ofensif menunjukkan agresivitas Victor dalam membantu serangan. Ia rutin mengirim umpan silang, menusuk ke kotak penalti, dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi kiri.
Di saat yang sama, disiplin bertahan tetap terjaga. Jejak panas di area pertahanan membuktikan Victor rajin turun menutup ruang saat transisi negatif.
Kepercayaan Bernardo Tavares terhadap Victor Luiz nyaris mutlak. Dalam 16 pertandingan terakhir, ia selalu menjadi starter dan bermain penuh selama 90 menit.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
